Ad imageAd image

Jokowi Ungkap Belum Ada Investor Asing Masuk IKN

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 930 Views
2 Min Read
Presiden Joko Widodo (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan belum ada investor asing yang masuk ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

“Sampai saat ini belum ada (investasi asing masuk IKN),” kata Jokowi di sela KTT APEC di California, Amerika Serikat, Kamis (16/11/2023) waktu setempat.

Namun, Jokowi meyakini investor asing segera masuk ke IKN seiring banyaknya pengusaha dalam negeri yang menanam modal di ibu kota baru itu.

“Saya yakin bahwa setelah investor dalam negeri bergerak, semakin banyak setiap bulannya, investor luar akan segera masuk. Kita lihat saja nanti, pasti masuk,” ujarnya.

Setidaknya ada tiga sektor prioritas yang ditawarkan pemerintah kepada para pemilik modal yakni pendidikan, kesehatan, dan teknologi.

Jokowi sendiri sempat menyatakan akan menyetop investasi asing di IKN Nusantara. Pasalnya, kala itu, ia ingin mengutamakan investor dalam negeri untuk ikut dalam pembangunan di IKN.

“Kami memang rem dulu. Saya sampaikan kepada Kepala Otorita, rem untuk yang dari luar, berikan kesempatan, kalau bisa juga di joint-kan (pengusaha) dari dalam (negeri),” kata Jokowi di IKN, Rabu (1/11) lalu.

Padahal, klaim Jokowi, ada 130 investor dari Singapura yang tertarik berinvestasi. Ada juga 30 investor dari Jepang, 30 investor dari Malaysia dan Uni Emirat Arab yang menunjukkan ketertarikan serupa.

“Kalau mentok dan sudah tidak ada (investor dalam negeri), kita akan keluarkan jurus yang dari luar,” imbuhnya.

Pemerintah melaporkan total investasi proyek yang melakukan groundbreaking di IKN hingga Desember 2023 mencapai Rp45 triliun. Seluruh investasi yang masuk itu dari dalam negeri.

Rinciannya, investasi proyek yang sudah groundbreaking mencapai Rp23 triliun pada September. Lalu, investasi yang groundbreaking bertambah Rp12 triliun pada Oktober. Pada Desember, investasi yang melakukan peletakan batu perdana di IKN akan bertambah Rp10 triliun.

Share this Article