Ad imageAd image

Jokowi Beri Kode Bansos Bakal Lanjut Disalurkan Setelah Juni

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 940 Views
2 Min Read
Presiden Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menyalurkan bantuan pangan beras kepada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Salah satu penyaluran yang dia pantau ialah bantuan beras ke 1.000 KPM di Batangase, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Jokowi juga memberi kode bahwa bantuan pangan beras akan dilanjut lagi setelah Juni 2024. Sedangkan untuk saat ini, bantuan pangan akan dilanjutkan sampai Juni 2024.

“Maret terima lagi? Belum, tetapi akan terima lagi, April akan terima? Mei terima lagi? Juni terima lagi? Tidak setuju tunjuk jari? Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, ibu-ibu dan bapak-bapak menerima 10 kg, 10 kg, 10 kg,” kata Jokowi di Gudang Bulog Batangase, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (22/2/2024).

Dia juga menyebut, akan melihat anggaran negara atau APBN terlebih dahulu, terkait apakah bantuan beras akan dilanjutkan setelah Juni 2024.

Kata Jokowi, jika anggarannya nanti cukup, dia akan menggerakkan pihaknya untuk melanjutkan bantuan pangan beras tersebut. Namun Jokowi menekankan dirinya tidak menjanjikan hal itu.

“Nanti setelah Juni saya akan lihat lagi APBN kita kalau cukup (tangannya mengkode meneruskan) saya nggak janji loh (sembari tertawa),” tambah Jokowi.

Jokowi kemudian menjelaskan adanya program bantuan pangan itu diadakan karena saat ini harga beras tengah mengalami peningkatan. Sehingga, menurut dia, ada masyarakat yang perlu dibantu agar tidak terdampak akan tingginya harga beras.

“Kenapa sih bapak ibu diberi bantuan beras 10 kg? Karena harga berasnya.. (warga jawab naik) oh sudah tau semuanya. Kenapa harga beras naik? Karena ada perbuahan musim, ada El Nino itu dialami bukan hanya negara kita tetapi negara lain juga mengalami hal sama harga beras naik,” tuturnya.

Jokowi lalu menyebut bahwa hanya pemerintah Indonesia yang memberikan bantuan beras 10 kg per bulan komoditas pangan itu mahal.

“Hanya negara lain tidak diberi 10 kg per bulan, rakyat kita diberi 10 kg setiap bulan. Supaya bapak ibu mengetahuinya harga beras seluruh dunia naik,” ujar dia.

Share this Article