Ad imageAd image

Jika Ada Panen Raya, Harga Beras Hanya Bisa Turun Rp200

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 797 Views
2 Min Read
Ilustrasi beras (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Perum Bulog mengungkapkan bahwa meskipun telah memasuki masa panen raya, harga beras hanya mengalami penurunan sekitar Rp100 hingga Rp200.

Awalnya, Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog, Mokhamad Suyamto, menjelaskan bahwa harga gabah sudah mulai menurun menjadi sekitar Rp7.000.

“Beberapa daerah sudah memulai panen. Harga gabah pun sudah mulai menurun, yang sebelumnya mencapai di atas Rp8.000, sekarang berkisar sekitar Rp7.000,” ungkap Suyamto dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/3/2024).

BACA JUGA:   Kemarau Kering Bikin Harga Beras Melonjak Naik, Demak IPH Tertinggi di Jateng

Ia menambahkan bahwa pasokan beras ke ritel modern dan pasar tradisional sudah mulai meningkat perlahan. Melihat perkembangan ini, harapannya adalah agar harga beras dapat lebih terkendali.

“Jika melihat data pantauan kami, harga di tingkat produsen sudah mengalami penurunan,” tambahnya.

Suyamto menjelaskan bahwa harga gabah kering panen (GKP) berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp7.200, sedangkan harga beras di penggilingan berkisar antara Rp12.800 hingga Rp13.000.

“Kami berharap harga di tingkat konsumen dapat segera turun. Meskipun sudah terjadi penurunan, namun penurunan tersebut masih belum signifikan, berkisar sekitar Rp100 hingga Rp200,” pungkasnya.

BACA JUGA:   Jokowi Bilang Harga Beras Turun, Minta Warga Cek di Pasar

Sebelumnya, Direktur Utama Bulog, Bayu Krisnamurthi, memperkirakan bahwa harga beras akan sulit turun ke level tahun sebelumnya.

“Menurut perhitungan kami di Bulog, sulit bagi harga untuk kembali seperti tahun sebelumnya,” ujarnya dalam Bincang BUMN, Jakarta, pada Senin (18/3/2024).

Bayu juga menyebutkan bahwa harga beras sulit turun karena beberapa faktor, termasuk kenaikan upah tenaga kerja dan harga sewa lahan yang melonjak akibat konversi lahan pertanian menjadi perumahan. Hal ini mengakibatkan kenaikan harga pokok produksi beras. Terkait stok, Bulog saat ini memiliki cadangan sekitar 1 juta ton.

BACA JUGA:   Stabilkan Pasokan Kebutuhan Pokok, Pemkot Pekalongan Gelar Operasi Pasar Murah

“Stok Bulog saat ini sekitar 1 juta ton,” tambahnya.

Share this Article
Leave a comment