INDORAYA – Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menggelontorkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) senilai Rp7,7 miliar kepada kelompok tani sebagai langkah konkret memperkuat sektor pertanian daerah. Bantuan ini ditujukan untuk mendorong peningkatan produktivitas sekaligus menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan cuaca ekstrem.
Bantuan alsintan tersebut diserahkan kepada 34 kelompok tani, gabungan kelompok tani (gapoktan), dan Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) yang tersebar di 12 kecamatan. Penyerahan dilakukan di kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Selasa.
“Bantuan tersebut menjadi upaya strategis Pemkab Jepara untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan cuaca ekstrem,” kata Bupati Jepara Witiarso Utomo.
Jenis alsintan yang disalurkan meliputi lima unit traktor roda dua, lima unit pompa air, 14 unit traktor roda empat, tujuh unit traktor crawler, serta tiga unit combine harvester dengan total nilai mencapai Rp7,7 miliar.
“Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan produksi pertanian di Jepara,” ujarnya.
Bupati juga menyoroti tingginya curah hujan yang memicu banjir dan genangan di sejumlah wilayah, termasuk area persawahan. Menurutnya, Pemkab Jepara bersama perangkat daerah, instansi vertikal, dan para pemangku kepentingan terus melakukan langkah penanganan bencana secara terpadu, mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Kepada penerima bantuan, ia berpesan agar alsintan digunakan untuk mempercepat olah tanah dan proses panen pascabanjir guna menekan potensi kerugian petani. Pompa air juga diharapkan dimanfaatkan untuk mengatasi genangan serta menjaga sistem irigasi, dengan penggunaan alsintan dilakukan secara bergiliran agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Sementara itu, Ketua UPJA Kecamatan Tahunan, Rifa’i, mengaku bersyukur atas bantuan traktor crawler yang diterima. Alsintan tersebut direncanakan digunakan pada masa tanam kedua.
“Alhamdulillah bantuan ini sangat membantu pertanian kami. Traktor ini akan mendukung pengolahan lahan seluas 124 hektare, hampir seluruhnya tanaman padi,” ujarnya.
Kepala DKPP Jepara, Mundhofir, menambahkan bahwa pada tahun ini terjadi lonjakan signifikan dalam penyaluran bantuan alsintan kepada petani.
“Tahun ini naik 1000 persen bantuannya. Ini tahun berkah untuk Jepara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penerima bantuan harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain terdaftar dalam database Kementerian Pertanian, memiliki kesesuaian lahan minimal 50 hingga 100 hektare, serta mampu mendukung peningkatan produksi pangan, khususnya padi.
DKPP Jepara juga tengah melakukan pemetaan ulang usulan bantuan alsintan untuk tahun 2026 seiring dengan pembaruan data lahan pertanian, terutama di wilayah sentra produksi padi.


