Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Jenazah Pendaki Gunung Slamet Ditemukan, Evakuasi Terkendala Medan Terjal dan Cuaca Buruk
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Peristiwa

Jenazah Pendaki Gunung Slamet Ditemukan, Evakuasi Terkendala Medan Terjal dan Cuaca Buruk

By Lu'luil Maknun
Kamis, 15 Jan 2026
Share
3 Min Read
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah pendaki gunung yang sebelumnya dilaporkan hilang di Gunung Slamet. (Foto: Basarnas Semarang)
SHARE

INDORAYA – Upaya tim SAR gabungan dalam pencarian pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Razan atau Ali (18), akhirnya membuahkan hasil. Korban yang dilaporkan hilang sejak Selasa (30/12/2025), ditemukan pada Rabu (14/1/2026) pagi atau hari ke-16 pencarian, sekitar pukul 10.49 WIB.

Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Budiono mengatakan, Ali ditemukan di sekitar Pos 9 jalur pendakian, tepatnya di dasar lereng tak jauh dari batas vegetasi. Lokasi penemuan berada di jalur yang berbeda dari rute pendakian awal korban.

“Lokasi jatuhnya Ali berada di sisi selatan lereng, di jalur turun menuju basecamp Gunung Malang. Artinya, itu bukan jalur saat Ali mendaki yang melalui basecamp Dipajaya,” ungkap Budiono dalam keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).

Meski telah ditemukan, proses evakuasi jenazah tidak dapat langsung dilakukan. Faktor cuaca buruk dan kabut tebal membuat tim SAR gabungan harus menunda evakuasi demi keselamatan personel.

“Cuaca saat itu tidak memungkinkan, kabut sangat tebal. Demi keselamatan, evakuasi tidak bisa langsung kami lakukan,” jelas Budiono.

Evakuasi baru dapat dilaksanakan pada Kamis (15/1/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Dari kedalaman jurang sekitar 20 meter, puluhan Tim SAR gabungan bahu-membahu mengevakuasi jasad siswa kelas XII SMAN 5 Magelang tersebut menuju Basecamp Gunung Malang, Purbalingga.

Cuaca yang relatif cerah mempermudah proses evakuasi. Jenazah akhirnya tiba di basecamp sekitar pukul 14.30 WIB, sebelum dibawa ke RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga untuk proses pemulasaran.

“Alhamdulillah, kondisi jenazah saat ditemukan masih utuh sehingga mudah dikenali. Untuk penyebab meninggal dunia, nanti akan dirilis oleh pihak rumah sakit,” imbuh Budiono.

Budiono pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya seluruh tim SAR gabungan yang telah berjuang hingga akhirnya saudara Ali bisa ditemukan. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang di masa depan,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi, membenarkan kondisi jenazah tidak ditemukan adanya luka. Ia menduga korban meninggal akibat hipotermia.

“Sudah ditemukan. Tidak ada luka. Itu karena kedinginan atau hipotermia,” kata Bergas saat ditemui di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (15/1/2026).

Terpisah, Ketua Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Jawa Tengah, Lazuardi, menambahkan medan ekstrem menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.

“Kendala pengangkatan jenazah di medan sulit, lembahnya terjal dan curam. Tim evakuasi lebih dari 20 orang bekerja secara bergantian,” jelasnya.

TAGGED:Gunung SlametPendaki Gunung SlametPendaki Gunung Slamet Hilang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial Sabtu, 07 Feb 2026
  • Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi Sabtu, 07 Feb 2026
  • Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas Sabtu, 07 Feb 2026
  • Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Sabtu, 07 Feb 2026
  • KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain Sabtu, 07 Feb 2026
  • Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen Sabtu, 07 Feb 2026

Berita Lainnya

JatengPeristiwa

Wakil Bupati Klaten Berpulang, Ketua Gerindra Jateng: Sosok Pemimpin Muda Berintegritas

Sabtu, 07 Feb 2026
Peristiwa

Nekat Menerobos Jalan Saat Hujan Deras, Remaja Tegal Jatuh ke Selokan, Ditemukan Tewas di Sungai

Kamis, 05 Feb 2026
Peristiwa

Temanggung Siapkan Ribuan Bibit untuk Atasi Lahan Kritis di Lereng Sumbing, Sindoro, hingga Prau

Kamis, 05 Feb 2026
Jateng

Jadi Pemicu Banjir Bandang, DPRD Jateng Soroti Alih Fungsi Lahan di Gunung Slamet

Kamis, 05 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?