Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Jembatan Roboh Dua Pekan, Warga Mangkang Semarang Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Semarang

Jembatan Roboh Dua Pekan, Warga Mangkang Semarang Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

By Dickri Tifani
Kamis, 29 Jan 2026
Share
3 Min Read
Kondisi warga RW 7 Tambaksari, Mangkang Wetan, Kota Semarang yang harus berjuang dengan menggunakan getek agar bisa mengakses jalan utama. (Foto: Dickri Tifani Badi/INDORAYA)
SHARE

INDORAYA – Warga Tambaksari, RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan, Kota Semarang, hidup dalam kondisi serba terbatas sejak jembatan penghubung kampung mereka roboh diterjang banjir pada Kamis (15/1/2026) malam. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses warga menuju Kelurahan Mangunharjo dan jalan utama.

Sejak jembatan ambruk, aktivitas harian warga berubah menjadi perjuangan. Mereka terpaksa menghadapi risiko keselamatan demi tetap bekerja, bersekolah, dan memenuhi kebutuhan hidup.

Tak ingin terisolasi, warga berinisiatif membuat jalur penyeberangan darurat. Dengan memanfaatkan jirigen bekas, gabus, bambu, hingga papan seadanya, mereka merakit sampan kecil atau getek untuk menyeberangi Sungai Beringin.

Setiap hari, sampan sederhana itu menjadi tumpuan harapan. Digunakan oleh warga yang berangkat bekerja, anak-anak sekolah, hingga ibu-ibu yang berbelanja kebutuhan pokok. Sungai yang sebelumnya tenang kini menjadi batas yang memisahkan warga dari akses kehidupan normal.

Kondisi tersebut telah berlangsung hampir dua pekan dan sangat dirasakan oleh Nur Afifah, warga RT 8 RW 7. Ia harus menyeberangi sungai setiap hari menggunakan getek, baik untuk berdagang maupun mengantar anaknya ke sekolah.

Afifah bahkan berangkat sekitar pukul 23.30 WIB setiap malam untuk berjualan ikan di Pasar Karangayu. Meski relatif aman saat cuaca cerah, situasi berubah drastis ketika hujan turun.

“Kalau pas hujan jalannya becek. Bawa ikan ember-emberan jadi susah, sedih banget, Mas. Kalau pagi ngantar anak sekolah, malamnya saya jualan ikan basah di Pasar Karangayu. Ini sudah hampir dua minggu lebih,” ungkap Afifah kepada Indoraya.News, Kamis (29/1/2026).

Anak Sekolah Harus Antre Naik Sampan

Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas penyeberangan paling padat terjadi pada pagi hari, terutama saat anak-anak berangkat sekolah dan warga menuju tempat kerja. Kepadatan serupa juga terjadi saat jam pulang sekolah.

Aji Mas Pratama, siswa MI Kali Wihaya Mangkang Wetan, mengaku tidak takut menyeberang menggunakan sampan. Namun ia kerap harus mengantre bersama siswa lainnya hingga terlambat masuk kelas.

“Enggak takut sih, tapi harus antre jadi sering telat berangkat. Ya pengennya ada jembatan lagi biar enggak susah dan enggak telat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris RW 7, Fahrurozi mengatakan, seluruh RT di wilayahnya telah menggelar pertemuan untuk membahas penanganan jembatan roboh tersebut. Dampak kerusakan jembatan dirasakan oleh seluruh warga RW 7 yang terdiri dari sembilan RT.

“Tadi malam sudah ada pertemuan RT 1 sampai RT 9 membahas pembuatan jembatan di sungai timur ini. Ini satu RW, RW 7, sembilan RT,” jelasnya.

Ia menambahkan, aspirasi warga telah disampaikan kepada Pemerintah Kota Semarang hingga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Namun hingga kini, pembangunan jembatan belum terealisasi.

“Sudah disampaikan ke Pemkot dan provinsi, tapi katanya tidak bisa dibangun langsung karena ini wewenangnya pusat. Bisa satu tahun atau dua tahun. Harapannya Presiden Prabowo mendengarkan langsung keluhan masyarakat RW 7, karena sudah dua minggu lebih. Kalau banjir datang, warga enggak bisa lewat,” pintanya.

TAGGED:Jembatan RobohMangkang Wetan RW 7 TambaksariSungai Beringin Warga Mabgkang Terisolasi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat Selasa, 10 Feb 2026
  • Pasar Imlek Semawis 2026 Kembali Hadir, Simbol Harmoni Budaya dan Toleransi Warga Semarang Selasa, 10 Feb 2026
  • Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati Selasa, 10 Feb 2026
  • Hotman Paris Ungkap Fakta Sidang Sritex: Seluruh Kredit Lunas, Negara Tak Rugi Senin, 09 Feb 2026
  • Langgar Keselamatan, Pikap Angkut Penumpang Dihentikan PJR di Tol Pejagan–Pemalang Senin, 09 Feb 2026
  • Sambut Ramadan 2026, Nusatu by ARTOTEL Hadirkan Paket Buka Puasa 8 Bayar 7 Senin, 09 Feb 2026
  • Dokumen Ungkap Obsesi Jeffrey Epstein pada Rekayasa Genetika dan Ide “Manusia Unggul” Senin, 09 Feb 2026

Berita Lainnya

Semarang

Pasar Imlek Semawis 2026 Kembali Hadir, Simbol Harmoni Budaya dan Toleransi Warga Semarang

Selasa, 10 Feb 2026
Semarang

Sambut Ramadan 2026, Nusatu by ARTOTEL Hadirkan Paket Buka Puasa 8 Bayar 7

Senin, 09 Feb 2026
Semarang

ICA Jateng Guncang CFD Semarang, Cheerleading Bangkit Usai Vakum 13 Tahun

Senin, 09 Feb 2026
Semarang

Maria Goreti: Pemilu Tak Cukup Diawasi di TPS, Ruang Siber Juga Harus Dijaga

Senin, 09 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?