Ad imageAd image

Jelang Pilkada 2024, Pengamat Ungkap Dua Kriteria Pemimpin yang Dibutuhkan Jateng

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 880 Views
3 Min Read
Pengamat politik asal Universitas Diponegoro Semarang, Wahid Abdulrahman. (Foto: Dok. Pribadi)

INDORAYA – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, pengamat politik dan pemerintahan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Wahid Abdulrahman mengungkap kriteria calon gubernur yang paling dibutuhkan untuk memimpin Jawa Tengah (Jateng).

Dia mengatakan, jika melihat kondisi dan persoalan di Jateng, setidaknya ada dua kriteria yang harus dipenuhi oleh calon gubernur. Pertama yaitu figur yang punya pengalaman di eksekutif dan legislatif.

“Pertama yang dibutuhkan adalah figur yang punya pengalaman, paling tidak pengalaman di eksekutif dan legislatif.
Di Jateng ini ada 35 kabupaten/kota, beda dengan DKI di mana kewenangan wilayah ada di gubernur secara penuh,” katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (15/5/2024).

BACA JUGA:   DPUBMCK Jateng Sebut Kemantapan Jalan Provinsi Capai 88 Persen

Pengalaman dalam kepemimpinan menjadi modal utama bagi calon gubernur. Apalagi Jateng terdiri dari 35 kabupaten/kota, sehingga gubernur nanti harus bisa bersinergi dengan pemerintah daerah agar program yang dibangunnya berjalan baik.

“Apapun program gubernur yang kepilih nanti, kalau tidak bisa bersinergi dan membangun komunikasi yang baik (dengan bupati/wali kota) tidak akan jalan itu program,” ungkap Wahid.

Selanjutnya kriteria kedua yaitu sosok yang inovatif. Karakter ini sangat penting dimiliki calon gubernur agar Jawa Tengah nantinya mampu mengejar ketertinggalan dan bahkan bersaing dengan Jawa Timur dan Jawa Barat.

BACA JUGA:   Polisi Kerahkan Ribuan Personel Amankan Kegiatan May Day Jateng

Dia menilai, butuh program dan kebijakan yang inovatif untuk mengatasi berbagai persoalan di Jawa Tengah. Seperti halnya tingginya kemiskinan, masih banyaknya pengangguran, kesejahteraan petani, dan disparitas antar wilayah.

“Bagaimana inovasi dalam menyelesaikan kemiskinan, pengangguran, kesejahteraan petani, dan paling penting itu kesenjangan antar wilayah. Ke depan butuh gubernur yang seperti itu (inovatif),” ujar Wahid.

Di luar itu, dirinya juga menyinggung 10 tahun Jawa Tengah di era Ganjar Pranowo yang tidak memberikan banyak perubahan dan masih menyisakan banyak persoalan. Padahal provinsi ini punya keunggulan dalam hal SDM dan potensi alam.

BACA JUGA:   5 Wisata di Jateng Paling Ramai Kunjungan Libur Lebaran 2023, Masjid Syeikh Zayed Solo Teratas

“Padahal dari sisi daya saing SDM sudah banyak dan jalan tol juga sudah mulai berdampak. Peluang ini kemarin yang 10 tahun tidak ditangkap oleh Pemprov. Misal juga kesejahteraan petani (yang masih bermasalah),” ujarnya.

Sehingga ketika berkaca dari hal ini, Wahid menilai bahwa pengalaman dan inovasi menjadi modal utama yang harus dimiliki calon gubernur yang akan memimpin Jawa Tengah lima tahun mendatang.

“Ini butuh inovasi sekali lagi, maka tidak bisa dikerjakan gubernur sendiri tapi butuh sinergi dengan bupati dan wali kota, sementara kemudian pengalaman itu juga penting,” tandasnya.

Share this Article
Leave a comment