Ad imageAd image

Jelang Idul Adha, Perketat Lalu Lintas Ternak Guna Cegah PMK!

Sigit H
By Sigit H 44 Views
2 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko.

INDORAYA – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko meminta ada pengawasan ketat soal lalu lintas ternak yang masuk di Jawa Tengah.

Hal itu berkaitan merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak di wilayah Provinsi Jawa Timur. Terlebih lagi, selama ini salah satu pasokan ternak di Jateng juga berasal dari wilayah Jawa Timur.

Menurut Heri Pudyatmoko, pengawasan itu menjadi hal mutlak yang mesti dilakukan oleh dinas terkait. Jangan sampai penyakit serupa menyebar di hewan-hewan ternak di Jateng dan akan merugikan masyarakat.

“Awasi lalu lintas hewan ternak yang masuk di Jateng untuk mencegah penyakit mulut dan kuku menyebar di provinsi ini,” kata Heri Pudyatmoko, Senin (9/05/2022).

- Advertisement -

Terlebih, menjelang Hari Raya Idul Adha, permintaan sapi maupun kambing cukup tinggi. Untuk itu, langkah antisipasi penyebaran PMK ternak di Jateng terus ditingkatkan.

Titik-titik lalu lintas hewan ternak, lanjutnya, tak bisa dibiarkan bebas. Harus ada pengawasan atau pemeriksaan pada setiap hewan ternak yang masuk ke Jateng.

Adapun, episentrum PMK yang menyerang di tahun 2022 berasal dari empat wilayah di Jatim yakni, Gresik, Mojokerto, Lamongan dan Sidoarjo. Penyakit mulut dan kuku menyerang sapi, kambing, domba

Meskipun dagingnya bisa dikonsumsi, akan tetapi PMK bisa menurunkan harga jual hewan maupun produk hewan berkuku belah ini. Karena, jika terserang PMK nafsu makan hewan, yang akan menurunkan bobot atau produksi susu. Sementara, tingkat kematian PMK tergolong rendah. Pada kasus yang pernah melanda Jateng pada 1980-an, tingkat kematian hanya 5-10 persen.

“Bentuk tim khusus yang menangani pengawasan dan pemeriksaan ini. Jika memang ada indikasi ternak yang akan dikirim di Jateng terkena PMK, ya mesti dipulangkan,” tandas Heri Pudyatmoko, Selasa (10/05/2022)

Langkah lain yang mesti dilakukan adalah memberikan penyuluhan pada peternak Jateng tentang bagaimana ciri-ciri penyakit mulut dan kuku dan upaya penanganannya.

Selain itu perlu diberikan bantuan obat atau alat untuk pencegahan. Agar hewan ternak di Jateng tetap sehat dan tidak menularkan penyakit tersebut.

“Pengawasan juga harus dilakukan di rumah pemotongan hewan,” tambahnya. (Advertorial-HS)

Share this Article