Ad imageAd image

Jelang Hari Iduladha, Pemprov Jateng Terjunkan Dokter Hewan Cegah Sebaran Penyakit

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 922 Views
2 Min Read
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jawa Tengah, Agus Wariyanto

INDORAYA – Menjelang Hari Raya Iduladha 2024, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) siap menerjunkan tim dokter hewan untuk mengecek kesehatan ternak untuk mencegah penyebaran penyakit pada hewan.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng Agus Wariyanto, upaya ini dilakukan agar masyarakat mendapat hewan ternak yang berkualitas dan tidak terpapar penyakit, yang menjadi syarat sah ritual berkurban.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas peternakan di kabupaten/kota untuk menyiapkan hewan ternak dan mencegah penyebaran penyakit menular pada hewan.

BACA JUGA:   Tekan Harga Beras, Gerakan Pasar Murah di Jateng Bakal Ditingkatkan

“Kita telah melakukan konsolidasi dengan dinas di kabupaten/ kota, untuk mempersiapkan hewan ternak dan mengantisipasi penyakit hewan. Mulai 10 Juni 2024, akan menurunkan dokter hewan untuk mengecek hewan secara intensif,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Indoraya.news, Selasa (4/6/2024).

Menurut Agus, meski kejadian penyakit hewan berkurang, sejumlah penyakit masih mengintai. Seperti, penyakit kuku dan mulut, penyakit kulit, hingga cacing hati. Untuk itu, petugas kesehatan berupaya meminimalisasi sebaran penyakit ini.

Selain menurunkan tim dokter hewan, terang Agus, Pemprov Jateng juga memperketat lalu lintas keluar masuk hewan. Ini dilakukan dengan pemeriksaan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

BACA JUGA:   Jawa Tengah Targetkan 100 Desa Mandiri Sampah di Tahun 2024

Tidak hanya itu, Pemprov Jateng juga akan bersinergi dengan Pemprov DI Yogyakarta soal kasus Anthrax yang sempat terjadi di sebagian provinsi tersebut. Kata Agus, hewan ternak yang ada di perbatasan telah mendapatkan vaksinasi.

“Kalau kirim ternak ke daerah lain harus ada SKKH. Kami sudah kerja sama dengan Pemprov Yogya kaitan dengan pengendalian penyakit hewan menular strategis. Ini terus kita sosialisasikan, dan Anthrax bisa kita antisipasi,” tandasnya.

Share this Article