INDORAYA — Perubahan sosial, teknologi dan ekonomi yang berlangsung cepat menuntut dunia pendidikan untuk tidak lagi berjalan dengan pola lama. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko atau yang akrab disapa Heri Londo, menilai bahwa tantangan generasi muda hari ini jauh lebih kompleks dibandingkan satu dekade lalu, sehingga pendekatan pendidikan perlu lebih adaptif dan kontekstual.
Menurut Heri, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada capaian akademik dan penguasaan kurikulum semata. Generasi muda saat ini hidup dalam lanskap digital yang dinamis, dihadapkan pada banjir informasi, perubahan pola kerja, serta tekanan sosial yang kian beragam. Tanpa penyesuaian pendekatan, pendidikan berisiko tertinggal dari realitas yang dihadapi peserta didik.
“Anak-anak kita tidak hanya berhadapan dengan soal pelajaran, tapi juga perubahan sosial, teknologi dan cara hidup. Pendidikan harus hadir sebagai ruang yang membantu mereka beradaptasi, berpikir kritis dan memahami diri serta lingkungannya,” ujarnya.
Heri menekankan bahwa pendidikan adaptif bukan berarti mengabaikan nilai dasar atau disiplin ilmu, melainkan menyesuaikan metode pembelajaran agar lebih relevan dengan kebutuhan zaman. Hal ini mencakup penguatan literasi digital, pendidikan karakter, serta kemampuan berpikir analitis dan etis.

Heri juga menyoroti pentingnya peran guru dan lingkungan sekolah sebagai ekosistem pembelajaran yang hidup. Menurutnya, guru perlu didukung agar mampu menjadi fasilitator yang memahami dinamika generasi muda, bukan sekadar penyampai materi.
“Guru harus diberi ruang untuk berinovasi, menyesuaikan metode, dan membangun kedekatan dengan murid. Pendidikan adaptif hanya bisa berjalan jika pendidiknya juga disiapkan dan dihargai,” katanya.
Selain itu, ia menilai kolaborasi antara sekolah, keluarga dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjawab tantangan generasi muda. Pendidikan, lanjut Heri, tidak bisa dilepaskan dari realitas sosial di luar ruang kelas, termasuk perubahan budaya, dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Sebagai wakil rakyat, Heri menyatakan DPRD Jawa Tengah memiliki tanggung jawab untuk mendorong kebijakan pendidikan yang tidak kaku, berbasis kebutuhan daerah dan berpihak pada masa depan generasi muda.
“Pendidikan yang adaptif bukan soal mengikuti tren, tetapi soal memastikan generasi muda kita siap menghadapi masa depan tanpa kehilangan nilai dan jati diri,” pungkasnya. [Adv]


