Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Jateng Semakin Dilirik Investor, Nilai Investasi 2025 Tembus Rp88,50 Triliun
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Jateng Semakin Dilirik Investor, Nilai Investasi 2025 Tembus Rp88,50 Triliun

By Athok Mahfud
Kamis, 22 Jan 2026
Share
3 Min Read
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

INDORAYA – Provinsi Jawa Tengah semakin menunjukkan daya tariknya di mata investor. Sepanjang 2025, realisasi investasi di wilayah ini mencapai Rp88,50 triliun atau melampaui target Rp78,33 triliun.

Capaian tersebut setara 112,98 persen dari target, sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengungkapkan bahwa tingginya realisasi investasi tidak hanya ditopang sektor industri alas kaki yang dikenal padat karya, tetapi juga mulai didorong oleh sektor industri padat modal.

“Ada realisasi investasi yang memang signifikan di sektor padat modal. Mulai dari fiber optik, alat kesehatan, hingga industri karet dan plastik serta baterai,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor DPMPTSP Jateng, Kamis (22/1/2026).

Sakina mencontohkan, salah satu investasi besar yang masuk adalah pembangunan pabrik anoda baterai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dengan nilai Rp1,5 triliun. Selain itu, terdapat pula investasi industri ban di kawasan Jatengland Demak senilai Rp1,08 triliun.

Menurutnya, tren masuknya investasi padat modal tersebut menandakan Jawa Tengah semakin dilirik oleh investor berskala besar. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi membuka peluang luas bagi berbagai jenis investasi.

“Kami menginginkan keduanya berjalan seiring. Sejumlah kawasan industri memang sudah dilirik sektor padat modal, namun sektor padat karya tetap kami harapkan, karena ekosistem industri alas kaki kuat di Jawa Tengah,” paparnya.

Terkait capaian investasi 2025, Sakina menjelaskan bahwa realisasi penanaman modal terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun. Dari total tersebut, tercatat 105.078 proyek yang terealisasi dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.

Adapun lima sektor dengan realisasi investasi terbesar meliputi industri barang dari kulit dan alas kaki senilai Rp11,37 triliun, industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam Rp9,70 triliun, industri karet dan plastik Rp8,96 triliun, industri tekstil Rp7,97 triliun, serta sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp7,47 triliun.

Dari sisi wilayah, penanaman modal paling banyak terealisasi di Kabupaten Kendal dengan nilai Rp15,86 triliun, disusul Kota Semarang Rp11,15 triliun, Kabupaten Demak Rp9,06 triliun, Kabupaten Batang Rp6,73 triliun, dan Kabupaten Semarang Rp4,38 triliun.

Sementara itu, investor asal Hong Kong masih menjadi penanam modal terbesar di Jawa Tengah, diikuti Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, dan Samoa Barat.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat Selasa, 10 Feb 2026
  • Pasar Imlek Semawis 2026 Kembali Hadir, Simbol Harmoni Budaya dan Toleransi Warga Semarang Selasa, 10 Feb 2026
  • Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati Selasa, 10 Feb 2026
  • Hotman Paris Ungkap Fakta Sidang Sritex: Seluruh Kredit Lunas, Negara Tak Rugi Senin, 09 Feb 2026
  • Langgar Keselamatan, Pikap Angkut Penumpang Dihentikan PJR di Tol Pejagan–Pemalang Senin, 09 Feb 2026
  • Sambut Ramadan 2026, Nusatu by ARTOTEL Hadirkan Paket Buka Puasa 8 Bayar 7 Senin, 09 Feb 2026
  • Dokumen Ungkap Obsesi Jeffrey Epstein pada Rekayasa Genetika dan Ide “Manusia Unggul” Senin, 09 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat

Selasa, 10 Feb 2026
Jateng

Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati

Selasa, 10 Feb 2026
Jateng

Pemprov Jateng Bakal Revitalisasi Museum, dari Gudang Artefak Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Senin, 09 Feb 2026
Jateng

Februari Puncak Musim Hujan, Warga Jateng Diminta Waspada Bencana Hidrometereologi

Senin, 09 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?