Ad imageAd image

Jateng Punya 103 Objek Wisata Unggulan, Jadi Andalan Selama Libur Lebaran

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 898 Views
3 Min Read
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Agung Hariyadi. (Foto: Dok. Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) memetakan daftar objek wisata unggulan yang berpotensi memiliki kunjungan wisatawan yang tinggi selama libur Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2024.

Kepala Disporapar Jateng, Agung Hariyadi mengatakan, setidaknya ada sebanyak 103 daya tarik wisata di 35 kabupaten/kota yang bisa menjadi rekomendasi liburan masyarakat di momen Lebaran ini.

“Lokasi-lokasi wisata yang nanti akan banyak dikunjungi kita sudah petakan, ada sekitar 103 DTW di Jateng yang berpotensi tingkat kunjungannya tinggi,” katanya saat dihubungi.

Lebih lanjut Agung merinci daftar objek wisata unggulan di Jateng. Di antaranya Surya Yudha Park di Banjarnegara, Wisata Baturaden di Banyumas, serta Kawasan Sigandu dan Pantai Safari di Batang.

BACA JUGA:   Masa Jabatan Sejumlah Bupati di Jateng Berakhir 24 September, Nama Pj Tunggu SK Kemendagri

Selanjutnya Blora ada Edu Park Cepu atau Wisata Tempuran, Boyolali potensi paling besar dikunjungi adalah Tlatar dan Cepogo, Brebes di daerah Malahayu, serta Cilacap memiliki Pantai Cemara.

Kemudian Masjid Agung di Demak, Wisata Alam Embun Bening di Grobogan, Pantai Kartini di Jepara, Kemuning Lawu Park di Karanganyar, Menganti di Kebumen, Pantai Indah Kemangi di Kendal, Umbul Ponggok dan Prambanan di Klaten.

Berikutnya Magelang memiliki Borobudur, Kota Solo ada Masjid Sheikh Zayed dan Solo Zoo, Kota Semarang punya Kawasan Kota Lama, Kabupaten Semarang memiliki Saloka, serta beberapa tempat wisata di daerah lainnya.

BACA JUGA:   Remaja Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Usai Hanyut di Sungai Loji Pekalongan

Lebih lanjut Agung Hariyadi memprediksi sebanyak 14 juta orang akan berkunjung ke berbagai objek wisata di Jateng selama libur Lebaran 2024. Pihaknya juga sudah menyiapkan upaya menghindari adanya kecamatan di kawasan objek wisata.

Untuk menghindari kemacetan, pengelola wisata diminta agar bekerja sama dengan warga sekitar dalam menyiapkan kantong-kantong parkir. Sehingga tidak ada kendaraan yang parkir di bahu jalan dan mengganggu arus lalu lintas.

“Kepada pengelola usaha pariwisata agar mengantisipasi tingkat kemacetan atau krodit. Nanti ketika banyak pengunjung agar menyediakan lahan parkir tersendiri,” beber Agung.

BACA JUGA:   Investor Pasar Modal di Jateng Capai 562.805, Didominasi Generasi Milenial

Disporapar juga mengimbau masyarakat yang akan berwisata ketika tempat wisata yang akan dikunjungi penuh, diharapkan mencari objek lain yang searah. Sehingga hal itu tidak akan menimbulkan kemacetan.

“Ketika grafiknya tinggi masyarakat bisa merencanakan untuk melakukan kunjungan di tempat lain yang satu arah. Sehingga pastikan bahwa kunjungan wisata itu memberikan rasa nyaman, rasa gembira untuk meningkatkan jiwa,” tandas Agung Hariyadi

Share this Article
Leave a comment