Ad imageAd image

Jateng Dorong Diversifikasi Pangan Lokal, Masyarakat Dilatih Tidak Bergantung Beras

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 600 Views
2 Min Read
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari. (Foto: Dok. Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) terus mendorong diversifikasi atau keragaman pangan. Saat ini berbagai produk pangan alternatif dikenalkan agar masyarakat tidak bergantung pada beras.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jateng, Dyah Lukisari mengatakan, pihaknya mengenalkan beras analog, jagung, singkong, dan mie mocaf sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras padi.

“Kita terus lakukan dengan pengenalan pangan lokal, beras analog, beras jagung, beras singkong, sama mie mocaf,” ujar dia.

Selain untuk memperkuat ketahanan pangan, diversifikasi pangan yang terus digencarkan ini juga untuk memenuhi konsumsi gizi seimbang dan aman bagi masyarakat.

BACA JUGA:   Polda Jateng Ungkap 66 Kasus Narkoba, Ada 78 Tersangka dalam 46 Hari

Program tersebut juga bagian dari edukasi dan pengenalan produk pangan lokal di berbagai daerah di Jawa Tengah. Edukasi sudah dilakukan di 16 kabupaten.

“Tujuannya edukasi itu supaya masyarakat tahu bahwa selain beras ada juga sumber pangan lokal yang lain, yang gizinya justru lebih bagus,” kata Dyah.

“Misalnya sumber karbo, orang tahunya selama ini makan beras, begitu kita kenalkan ada jagung, ada umbi-umbian, itu masyarakat supaya paham bahwa nilai gizinya justru jauh lebih baik daripada beras karena gulanya rendah gitu,” imbuh dia.

BACA JUGA:   Status Tambang Emas di Banyumas Ternyata Ilegal, Pemprov Jateng Bilang Begini

Meski begitu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran yang membuat program diversifikasi pangan ini kurang masif dilakukan. Namun pihaknya sudah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan agar program ini bisa masuk ke sekolah.

“Saya sudah merencanakan akan masuk ke sekolah-sekolah melalui TOT (training of trainer) kepada para wakil kepala sekolah yang urusan siswa. Kita edukaasi tentang pentingnya pangan beragam, bergizi, seimbang, aman dan di dalamnya ada pangan lokal,” ucap Dyah.

Tidak hanya di sekolah, Dishanpan Jateng juga bekerja sama dengan kafe-kafe untuk mengenalkan bahan pangan alternatif pengganti beras padi kepada masyarakat.

BACA JUGA:   Disporapar Siapkan 10 Cabor untuk Penyandang Disabilitas di Peparprov Jateng 2023

“Jadi ini yang kami rombak, termasuk tadi kita mengenalkan ke cafe-cafe langsung, tapi itu juga butuh biaya tapi lebih murah daripada kita pelatihan-pelatihan, olahan pangan juga termasuk juga,” tandasnya.

Share this Article
Leave a comment