INDORAYA – Provinsi Jawa Tengah mencatat capaian tertinggi secara nasional dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang 2025. Total peserta yang mengikuti program tersebut mencapai 14,3 juta orang, menyasar seluruh kelompok usia masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar mengatakan, angka ini menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah peserta CKG terbanyak di Indonesia.
“Di Jawa Tengah mendapatkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) 14.300.000 yang kemudian menyasar sesuai dengan kelompok umur. Jawa Tengah menjadi yang tertinggi di Indonesia,” ujar dia saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026).
Menurut Yunita, tingginya partisipasi masyarakat dalam program CKG tidak terlepas dari dukungan kuat pemerintah daerah, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, serta meningkatnya kesadaran warga akan pentingnya kesehatan.
Ia menjelaskan, program CKG merupakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diberikan satu kali dalam setahun dan dapat diakses seluruh masyarakat melalui fasilitas kesehatan pemerintah.
Ke depan, layanan CKG tidak hanya terbatas di Puskesmas, tetapi juga akan diperluas ke fasilitas kesehatan lain yang bermitra dengan BPJS Kesehatan.
“Nanti akan dikembangkan dan diluaskan ke klinik-klinik yang bekerja sama dengan BPJS,” jelas Yunita.
Yunita menegaskan, pemanfaatan program CKG penting sebagai langkah deteksi dini untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat.
“Masyarakat Jawa Tengah harus memanfaatkan ini supaya tahu sebetulnya kondisi tubuhnya seperti apa, status kesehatannya seperti apa,” katanya.
Adapun pemeriksaan dalam program CKG mencakup berbagai aspek kesehatan, mulai dari mata, telinga, gigi, hingga jantung, termasuk skrining penyakit tidak menular. Untuk perempuan ada skrining kanker payudara dan serviks serta kanker paru-paru bagi laki-laki.
Dikatakan Yunita, program CKG ini juga menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari anak usia dini hingga lanjut usia di Jawa Tengah.
“Anak sekolah jangan lupa, SD, PAUD, SMP, SMA, mahasiswa sekalipun, termasuk lansia. Lansia juga perlu sehat karena harus mandiri, jangan sampai sakit dan bergantung kepada orang lain,” kata Yunita.
Pada 2025, Jawa Tengah juga dinobatkan sebagai provinsi dengan akses dan kualitas layanan kesehatan terbaik. Yunita menyebut capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
“Pak Gubernur juga mendapat apresiasi dari Kemendagri. Jawa Tengah dinobatkan sebagai provinsi dengan akses dan kualitas layanan kesehatan yang paling bagus. Ini membanggakan. Artinya masyarakat Jawa Tengah sudah aware, sudah sadar bahwa kesehatan itu penting dan memanfaatkan program ini,” katanya.
Selain CKG, Yunita turut mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan program imunisasi yang juga tersedia secara gratis.
“Selain cek kesehatan gratis, imunisasi juga penting. Bayi baru lahir, balita, anak-anak juga perlu diimunisasi dan itu gratis di Indonesia. Maka manfaatkan ini semua supaya semuanya sehat,” pungkasnya.


