Ad imageAd image

Jalur Pantura Semarang – Demak Macet Parah, Dishub Jateng Sarankan Pengendara Lewat Jalan Alternatif

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 842 Views
3 Min Read
Bea Cukai Kudus Amankan 1,1 Juta Rokok Ilegal. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Jalur Pantura Semarang – Demak macet parah seiring adanya proyek perbaikan ruas jalan di Km 9.8 hingga Km 11. Kemacetan tersebut juga dipicu oleh banjir rob yang masuk dan merendam badan jalan, khususnya di wilayah Sayung, Kabupaten Demak.

Sub Koordinator Manajemen Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Adhi D Nugroho mengakui proyek perbaikan jalan dan banjir rob berdampak pada terhambatnya arus lalu lintas di Jalur Pantura.

Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, ketinggian rob di ruas ruas jalan Pantura Sayung mencapai 0,6 meter. Di waktu-waktu tertentu saat air laut sedang pasang, ketinggian bisa naik hingga 1 meter dan mengganggu transportasi.

BACA JUGA:   Banjir 1 Meter Masih Rendam Kelurahan Gebangsari Semarang, 590 Keluarga Butuh Bantuan

“Kebetulan di ruas jalan itu ada pekerjaan proyek berupa pengecoran di km 9,8 sampai dengan km 1, hampir 2 kilometer. Adanya kegitan ini (proyek perbaikan) dan rob otomatis ada hambatan lalu lintas,” ujarnya saat dihubungi Indoraya.news melalui panggilan WhatsApp, Rabu (17/5/2023).

Upaya mengantisipasi kemacetan, Dishub Jateng berkoodinasi dengan Satlantas Polrestabes Semarang dan Satlantas Polres Demak. Jajaran kepolisian diterjunkan ke lapangan guna mengatur arus lalu lintas yang macet.

“Karena mereka ini jadi ujung tombak apabila terjadi peningkatan rob dan menyebabkan stag. Artinya ketika dibutuhkan pengaturan manual. Kemarin dilakukan, sudah mengatur lalu lintas,” ungkap Adhi.

Dishub Jateng telah mengirimkan satu unit Variable Message Signs (VMS). Teknologi ini berfungsi memberikan informasi kepada pengendara yang menuju ke arah Demak ataupun sebaliknya supaya memutar arah atau menghindari lokasi kemacetan.

BACA JUGA:   DPC Gerindra Kota Semarang Bagikan 370 Paket Daging Kurban

Karena jalur Pantura macet, Dishub Jateng menyarankan pengendara tidak lewat ruas jalan nasional tersebut. Sebagai gantinya, pengendara disarankan menggunakan jalur alternatif, yakni jalan provinsi ruas Semarang – Mranggen – Grobogan.

“Kami sarankan apabila terjadi rob nanti kami harapkan bisa mengantisipasi ruas jalan Kaligawe – Sayung menggunakan jalur Demak – Mranggen. Apabila (jalur Pantura) tidak memungkinkan dilewati bisa menggunakan ruas jalan alternatif,” katanya.

Ia bilang kalau ruas jalan alternatif tersebut bisa dimanfaatkan oleh pengendara motor maupun kendaraan roda empat yang menuju Demak, Semarang, maupun kabupaten lain di wilayah Pantura timur.

BACA JUGA:   Sikap PSIS Semarang Usai Dapat Sanksi Denda Rp 25 Juta dari Komdis PSSI

“Kami mempersiapkan jalur alternatif, terutama jalan provinsi yang bisa dilewati kendaraan kecil, mobil pribadi, dan beberapa kendaraan truk tunggal yang bisa melalui Mranggen sampai tembus di Demak,” beber Adhi.

Di samping itu, Dishub Jateng juga mengimbau masyarakat atau pengendara yang ingin menggunakan jalur Pantura untuk mengecek dan memantau kondisi arus lalu lintas terlebih dahulu.

“Bisa menggunakan Google Maps dan media sosial. Agar tidak terjebak di potensi kemacetan, karena mengingat kondisi saat ini karena situasi alam yang melibatkan terjadinya kenaikan rob yang tidak bisa dihindari,” ungkap Adhi.

Share this Article