Ad imageAd image

Jalan Semarang-Grobogan Lumpuh Total Terendam Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 854 Views
2 Min Read
Jalan provinsi penghubung Semarang - Purwodadi Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) via Kecamatan Gubug lumpuh total imbas terjangan banjir, Selasa (6/2/2024).

INDORAYA – Jalan provinsi penghubung Semarang – Purwodadi Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) via Kecamatan Gubug lumpuh total imbas terjangan banjir, Selasa (6/2/2024). Akibatnya, arus lalu lintas dialihkan ke jalan nasional atau jalur Pantura Kabupaten Demak.

Banjir yang melumbuhkan arus lalu lintas di jalan Semarang-Grobogan disebabkan oleh luapan air Sungai Tuntang, Kabupaten Semarang. Ini merupakan imbas hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan, Endang Sulistyoningsih mengatakan, hingga saat ini arus lalu lintas menuju dan dari Grobogan-Semarang tidak bisa dilewati kendaraan

BACA JUGA:   Tugu Soeharto Semarang Jadi Tempat Sakral di Malam 1 Suro, Ratusan Warga Kungkum Ngalap Berkah

“Jalan provinsi Purwodadi-Semarang yang lewat Gubug lumpuh total, (kendaraan) tidak bisa lewat karena air sudah melimpas di Jembatan Sungai Tuntang,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (6/2/2024).

Dia menyatakan, akibat limpasan banjir, jalur yang menjadi kewenangan Pemprov Jateng tersebut sementara ini ditutup. Rekayasa lalu lintas dialihkan melalui Jalur Pantura Kabupaten Demak.

“Dari barat ditutup. Jalur sudah dialihkan lewat Pantura Demak, dari timur di Godong ditutup,” ungkap Endang.

Pihaknya belum bisa menyebutkan kedalaman air karena luasan banjir kiriman terus bertambah. Air yang menggenang merupakan kiriman dari Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang.

BACA JUGA:   2 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan di Semarang, Kerugian Negara Rp 2 Miliar

“Air kiriman dari Salatiga khususnya yang lewat Sungai Tuntang, Kedungjati terus turun ke bawah sampai Gubug. Terus ada kiriman dari Kabupaten Semarang lewat aliran Sungai Jragung,” katanya.

Lebih lanjut pihaknya mengimbau masyarakat untuk dapat meningkatkan kewaspadaan. Termasuk tidak memaksa menerjang banjir, terutama pada arus yang masih tampak deras.

“Jangan sampai terulang lagi seperti kejadian nekat menerjang arus ternyata roda dua dan orangnya terseret arus,” tandas Endang.

Share this Article
Leave a comment