Ad imageAd image

Jalan di Kota Semarang Dikepung Banjir, Sejumlah Kendaraan  Mogok

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 907 Views
2 Min Read
Sejumlah pengendara motor terpaksa mendorong usai menerjang banjir di Tlogosari, Kamis sore tadi. (Foto: Dickri Tifani Badi/Indoraya)

INDORAYA – Hujan terus mengguyur Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) dengan intensitas cukup lebat, membuat sejumlah wilayah di daerah ini terendam banjir. Ketinggian air di masing-masing wilayah bervariasi.

Bahkan, tak sedikit pengendara motor kewalahan ketika melintas di wilayah yang terendam banjir. Pasalnya, pengendara motor harus melawan arus air yang berakhir mogok di tengah jalan.

Kondisi tersebut membuat para pengendara harus mendorong sepeda motornya ke tempat yang lebih aman.

Seperti diketahui, banjir bandang meluas di Semarang karena air sungai sejumlah titik yang telah meluap.

BACA JUGA:   Muhammadiyah Tetapkan Salat Ied Idulfitri Jumat Besok, Inil Daftar 16 Tempat Penyelenggara di Kota Semarang

Misalnya berdasarkan pantauannya di Jalan Raya Medoho, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, pun dikepung banjir. Di lokasi ini, ketinggian air berkisar setinggi paha orang dewasa.

Namun meski terendam banjir, sejumlah mobil dan pemotor tetap nekat menerobos dengan kecepatan sedang.

Namun terlihat ada pengendara motor maupun mobil aman-aman saja saat menerobos banjir yang cukup dalam. Tetapi ada juga yang kena apesnya. Seperti yang dialami oleh Suprapto.

“Saya sedang perjalanan dari arah Kampung Widuri Genuk mau nganter anak ambil motor yang diparkir di Jalan Gajah. Pas lewat Medoho sini malah mogok,” kata Suprapto, seorang pemotor yang menuntun motornya yang mogok di Jalan Medoho, Kamis (14/3/2024).

BACA JUGA:   Jelang Idul Adha, Peternak Hewan Kurban di Semarang Beri Pakan dan Nutrisi Ekstra

Suprapto mengaku banjir yang merendam Jalan Medoho belum seberapa parah ketimbang kondisi yang ada di kampungnya.

“Ini gak seberapa mas. Banjir yang paling parah di Widuri kampung saya. Semalam sampai sedada gini,” katanya sambil mengukur tinggi dadanya.

Sedangkan di Tlogosari Pedurungan, banjir yang cukup dalam juga membuat banyak sepeda motor mogok. Seorang warga, Kresna berkata banjir di Tlogosari setinggi 60 sentimeter.

“Tingginya 60 senti,” akunya.

Sementara banjir di Pantura Kaligawe yang menghubungkan Kota Semarang dengan Kabupaten Demak itu terpantau ikut terendam banjir.

BACA JUGA:   Kebakaran Rumah di Gunung Pati Semarang, Satu Orang Tewas

Bahkan, genangan air di wilayah ini cukup parah yang berdampak pada arus lalu lintas hingga tersendat.

Sebab, kendaraan bermotor hanya bisa berjalan dengan kecepatan di bawah 10 kilometer per jam. Sehingga menyebabkan kemacetan dan kendaraan mengular.

Share this Article
Leave a comment