INDORAYA – PT Jateng Agro Berdikari atau JTAB (Perseroda) bersama sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) selama bulan September 2025.
Program bertajuk BUMD Peduli ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga stabilitas harga pangan, menjamin ketersediaan bahan pokok di lapangan, serta mengendalikan inflasi daerah.
Program ini juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang meminta seluruh BUMD turut aktif dalam menjaga ketahanan pangan dan membantu masyarakat dalam mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau.
Selain JTAB, gerakan ini turut melibatkan sejumlah BUMD lainnya seperti PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng), PT BPR BKK Jateng, PT Jateng Petro Energi, dan BUMD lainnya.
Fokus utama program adalah masyarakat menengah bawah yang terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok. Bahan pokok yang disediakan antara lain beras, minyak goreng, gula, telur, dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang telah disubsidi.
Selama September, kegiatan gerakan pangan murah ini diselenggarakan di berbagai wilayah, antara lain pada 2 dan 3 September di Kota Pekalongan, 5 September di Kota Salatiga, serta pada 11, 12, dan 13 September di Kabupaten Demak.
Sejumlah daerah lain juga dijadwalkan menggelar kegiatan serupa. Dengan digelar secara masif, langkah ini diharapkan mampu menekan gejolak harga pasar dan meringankan beban masyarakat.
Sejak Januari hingga 30 Agustus 2025, program pangan murah telah dilakukan dalam lebih dari 1.000 kegiatan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, baik melalui inisiatif pemerintah pusat, Pemprov Jateng, maupun kabupaten/kota.
Program BUMD Peduli tidak hanya menjadi upaya jangka pendek menghadapi fluktuasi harga, tetapi juga strategi jangka panjang Pemprov Jawa Tengah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung peran aktif BUMD dalam pembangunan ekonomi kerakyatan. [Adv]


