INDORAYA – Mahasiswa Seni Rupa Universitas Negeri Semarang (UNNES) menghadirkan pameran bertajuk Atmasadia Exhibition. Event ini bukan sekadar menampilkan karya seni, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk memahami makna “cukup” dalam kehidupan dan berkarya.
“Atma itu jiwa, Sadia itu cukup. Banyak dari kami yang masih bertanya apa yang sebenarnya harus dicukupkan dalam diri kami. Dari situ, tema ini kami angkat,” ujar Ketua Pelaksana Pameran Atmasadia, Miftakhul Nur Choirul, saat pembukaan di Rumah Pohan, Kota Lama Semarang, Sabtu (13/12/2025).
Sebanyak 35 karya dipamerkan, terdiri dari 28 karya mahasiswa angkatan 2023 dan tujuh karya seniman undangan asal Semarang. Pameran ini menjadi pengalaman pertama bagi mahasiswa berinteraksi langsung dengan publik di luar kampus, sekaligus membaca respons masyarakat terhadap karya mereka.
Beberapa karya memanfaatkan material daur ulang, seperti botol bekas dan jaring. Menurut Miftakhul, pemilihan medium ini bukan sekadar soal estetika, tetapi juga sebagai representasi sikap hidup.
“Kami memakai barang-barang yang sering dianggap sampah. Itu merepresentasikan diri kami yang merasa cukup dengan mengolah ulang apa yang ada,” jelas Miftakhul.
Dosen pengampu mata kuliah pameran seni rupa Unnes, Muhammad Rahman Athian menekankan bahwa pameran ini bagian dari proses pembelajaran mahasiswa.
Uniknya, Atmasadia sepenuhnya dikelola mahasiswa, mulai dari kurasi hingga teknis pameran. Kehadiran seniman undangan juga menjadi strategi agar mahasiswa memahami ekosistem seni rupa di luar akademik.
“Ini kesempatan mahasiswa mengasah kreativitas sekaligus memahami dunia seni rupa secara lebih luas. Karya digital mereka tidak kalah menarik dibanding medium konvensional seperti kanvas,” ujar Rahman.
Meski pembukaan hanya berlangsung sore hari, antusiasme pengunjung cukup tinggi. Lokasi strategis di Kota Lama Semarang dinilai efektif mendekatkan seni rupa dengan masyarakat luas.
Pameran Atmasadia digelar gratis mulai 12-14 Desember 2025 dan menjadi etalase proses pendidikan serta ajakan kolaborasi antara mahasiswa dan mitra kreatif. Rahman berharap semakin banyak pihak yang bekerja sama dalam penyelenggaraan pameran tahunan ini.
“Mahasiswa dapat ilmunya, mitra terbantu secara kreatif. Simbiosis yang saling menguatkan,” pungkas Rahman.


