Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Jadi Pemicu Banjir Bandang, DPRD Jateng Soroti Alih Fungsi Lahan di Gunung Slamet
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Jadi Pemicu Banjir Bandang, DPRD Jateng Soroti Alih Fungsi Lahan di Gunung Slamet

By Lu'luil Maknun
Kamis, 05 Feb 2026
6 Views
Share
2 Min Read
Ketua Komisi D DPRD Jateng, Nur Saadah. (Foto: DPRD Jateng)
SHARE

INDORAYA – Komisi D DPRD Jawa Tengah menyoroti masifnya alih fungsi lahan di lereng Gunung Slamet yang menjadi pemicu utama banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Purbalingga.

Ketua Komisi D DPRD Jateng Nur Saadah mengatakan, pihaknya baru saja melakukan peninjauan bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Slamet Utara di kawasan lereng Gunung Slamet.

Berdasarkan tinjauan, banjir dan longsor bukan disebabkan oleh aktivitas penambangan di Gunung Slamet. Pasalnya, lokasi penambangan berada cukup jauh dari titik kejadian bencana.

“Setelah kita cek bahwa penambangan itu berada di bawah. Sementara longsoran atau bencana yang terjadi itu berjarak sekitar antara 11 sampai 14 km dari lokasi penambangan,” kata Nur Saadah saat dihubungi melalaui sambungan telepon, Rabu (4/2/2026).

Ia menambahkan, proyek penambangan yang berjalan saat ini dinilai telah memenuhi ketentuan dan perizinan yang berlaku. Dengan demikian, aktivitas tambang bukan faktor langsung penyebab bencana.

Nur Saadah justru menilai alih fungsi lahan di lereng Gunung Slamet sebagai pemicu utama bencana. Perubahan dari tanaman keras menjadi lahan pertanian sayuran dianggap mengurangi daya serap air tanah.

“Usut punya usut ternyata memang alih fungsi lahan di daerah yang lebih atas, di Lereng Gunung Slamet itu mungkin ada sayuran, kentang, dan macam-macamnya untuk tanaman pertanian yang hidupnya di perbukitan itu yang sangat mengkhawatirkan dan memicu terjadinya bencana longsor karena serapan air di daerah atas berkurang,” tegasnya.

Menyikapi temuan tersebut, Komisi D DPRD Jateng mendorong Pemprov Jateng melalui dinas terkait untuk meningkatkan edukasi dan pengawasan terhadap masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir perubahan penggunaan lahan di kawasan rawan bencana dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

“Intinya bahwa dinas terkait dalam hal ini Dinas Peternakan dan Pertanian juga Dinas Lingkungan Hidup itu bisa memberikan edukasi pada masyarakat bahwa alih fungsi lahan di Lereng Gunung itu sangat membahayakan untuk (menjadi pemicu) terjadinya longsor,” pungkas Nur Saadah.

TAGGED:Banjir Gunung SlametGunung SlametKetua Komisi D DPRD Jateng Nur SaadahTambang Gunung Slamet
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Dana TKD Dipangkas, Anggota DPD RI Ungkap Pengangkatan PPPK Bebani Pemerintah Daerah Rabu, 11 Feb 2026
  • Stok Bahan Pokok di Jateng Aman Jelang Labaran, Harga Tetap Stabil Rabu, 11 Feb 2026
  • Prihatin Nasib Guru Honorer, PGRI Jateng Kritik Pengangkatan 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi PPPK Rabu, 11 Feb 2026
  • Hampir 1 Bulan Hilang, Pendaki Bukit Mongkrang Gunung Lawu Ditemukan Meninggal Dunia Rabu, 11 Feb 2026
  • Hanyut di Sungai Sambong Batang, Nelayan Ditemukan Tewas Terapung di Tengah Laut Rabu, 11 Feb 2026
  • Nekat Kendarai Motor Saat Hujan Deras, Perempuan di Semarang Hanyut dan Hilang di Sungai Rabu, 11 Feb 2026
  • Guru SD di Jember Diduga Telanjangi Siswa karena Uang Hilang, Dispendik Bertindak Rabu, 11 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Stok Bahan Pokok di Jateng Aman Jelang Labaran, Harga Tetap Stabil

Rabu, 11 Feb 2026
Daerah

TMMD Reguler ke-127 Dibuka, Kodim Kebumen Bagikan Kacamata Plus Gratis untuk Ratusan Lansia

Rabu, 11 Feb 2026
Jateng

Belasan Ribu Hektare Sawah di Jateng Gagal Panen Akibat Banjir, Pati Terparah

Rabu, 11 Feb 2026
Jateng

Pemprov Jateng Tangani Banjir Pekalongan, Pompa Air Diterjunkan dan Bantuan Ratusan Juta Disalurkan

Selasa, 10 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?