Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: International Visiting Lecturer Fisip Undip Gugah Kesadaran Perempuan Hadapi Tantangan Dunia Digital
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Pendidikan

International Visiting Lecturer Fisip Undip Gugah Kesadaran Perempuan Hadapi Tantangan Dunia Digital

By Athok Mahfud
Sabtu, 11 Okt 2025
Share
3 Min Read
International Visiting Lecturer FISIP Universitas Dipinegoro dengan tema “Media, Power, and Women’s Resilience in the Digital Age”
SHARE

INDORAYA – Universitas Diponegoro melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menggelar  International Visiting Lecturer dengan tema “Media, Power, and Women’s Resilience in the Digital Age” pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Kegiatan ini menghadirkan Lailatul Fitriyah, Assistant Professor of Interreligious Education dari Claremont School of Theology, Amerika Serikat, serta Nuriyatul Lailiyah, dosen Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP.

Dalam sambutannya, Dekan FISIP UNDIP, Teguh Yuwono memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kuliah internasional ini. Dia berharap forum ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat.

“Media and power saat ini memiliki pengaruh besar serta berdampak langsung pada masyarakat. Kehadiran narasumber internasional akan memperkaya perspektif akademik kita semua,” ujarnya.

Ketua Departemen Ilmu Komunikasi, Agus Naryoso berharap, kegiatan ini dapat menjadi pintu bagi kerja sama akademik maupun non-akademik dengan mitra internasional.

“Melalui program ini, kami ingin terus memperkuat jaringan global, sehingga Departemen Ilmu Komunikasi dapat menjadi bagian dari percakapan akademik internasional,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KBK (Kelompok Berbasis Kepakaran) Sosiologi Media, Nurul Hasfi, mengaitkan tema ini dengan isu yang menjadi fokus penelitiannya, yaitu ketidaksetaraan gender di ruang redaksi.

Dia menceritakan bahwa pernah mengikuti FGD dengan 18 jurnalis dari berbagai negara di Asia Tenggara dan menemukan bahwa jurnalis perempuan masih merasakan ketidakamanan di newsroom.

“Berbagai tindakan tidak menyenangkan masih dialami, seperti verbal (sexual) harassment, catcalling, job segregation, dan sebagainya. Diskusi dalam seminar ini akan meningkatkan pemahaman kita tentang berbagai isu serupa dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Dalam presentasinya, Lailatul Fitriyah menekankan keterkaitan erat antara agama, gerakan sosial, dan media. Ia menjelaskan bagaimana media memiliki peran ganda. Yakni sebagai instrumen kuasa yang kerap membatasi suara perempuan, sekaligus sebagai ruang perjuangan dan resistensi.

Ia mencontohkan gerakan #MosqueMeToo serta Kongres Ulama Perempuan Indonesia 2017, yang menunjukkan bagaimana media mampu mengartikulasikan pengalaman kolektif perempuan dan membangun solidaritas lintas negara.

Selanjutnya, Nuriyatul Lailiyah, yang membawakan materi “Women and Digital Resilience: Internet for Social Change”, mengangkat isu pentingnya literasi digital dalam menghadapi digital fatigue yang dialami banyak perempuan.

Nuriyatul menunjukkan bahwa meskipun internet sering melelahkan, media digital tetap dapat menjadi ruang solidaritas dan advokasi.

Ia juga menekankan bahwa perempuan harus dipandang bukan sekadar konsumen informasi, melainkan aktor sosial yang mampu membentuk perubahan melalui media digital.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • 14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin Selasa, 13 Jan 2026
  • Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang Selasa, 13 Jan 2026
  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Pendidikan

14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin

Selasa, 13 Jan 2026
Pendidikan

MBG di SMKN 11 Semarang Dihentikan Sementara Usai Siswa Keracunan, Tunggu Hasil Uji Bakteri

Minggu, 11 Jan 2026
Pendidikan

Pemerintah Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat, Target 200 Titik Rampung hingga 2027

Jumat, 09 Jan 2026
Pendidikan

Teknologi Pengering Gabah Hybrid Peneliti Undip Jamin Kualitas Panen di Tengah Anomali Cuaca

Jumat, 09 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?