Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Intensitas Hujan Naik, Heri Pudyatmoko Ajak Warga Lebih Waspada di Wilayah Rawan
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Intensitas Hujan Naik, Heri Pudyatmoko Ajak Warga Lebih Waspada di Wilayah Rawan

By Ainun Nafisah
Rabu, 17 Des 2025
Share
2 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko
SHARE

INDORAYA — Meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir di sejumlah wilayah Jawa Tengah menjadi perhatian serius berbagai pihak. Kondisi cuaca yang tidak menentu ini dinilai membawa potensi risiko, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana seperti daerah aliran sungai, perbukitan dan wilayah dengan sistem drainase terbatas.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap hujan lebat sebagai fenomena musiman biasa. Menurutnya, perubahan pola cuaca saat ini menuntut kesiapsiagaan yang lebih matang, baik dari masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Hujan dengan intensitas tinggi sekarang tidak selalu datang perlahan. Kadang durasinya singkat, tapi dampaknya besar. Ini yang perlu diantisipasi bersama,” ujar Heri di Semarang.

Ia menekankan bahwa kewaspadaan tidak hanya berkaitan dengan potensi banjir, tetapi juga risiko lain seperti tanah longsor di wilayah pegunungan, pohon tumbang, serta gangguan infrastruktur jalan dan penerangan umum.

Heri menilai, masyarakat perlu lebih peka terhadap tanda-tanda lingkungan di sekitarnya, termasuk perubahan aliran air, kondisi tanah dan keamanan bangunan tempat tinggal.

Di saat yang sama, ia mendorong pemerintah daerah untuk aktif melakukan pengecekan lapangan secara berkala.

“Mitigasi tidak cukup dilakukan setelah bencana terjadi. Pemeriksaan saluran air, kondisi jalan, jembatan, hingga pohon di ruang publik harus dilakukan secara rutin, terutama saat intensitas hujan meningkat,” tegasnya.

Menurut Heri, kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat desa dan masyarakat menjadi kunci dalam meminimalkan risiko. Ia menilai, kesiapsiagaan berbasis komunitas dapat membantu deteksi dini sebelum situasi berkembang menjadi darurat.

Dalam konteks kebijakan, Heri juga mengingatkan pentingnya perencanaan tata ruang dan pembangunan yang sensitif terhadap kondisi lingkungan. Ia menilai, kerentanan bencana sering kali diperparah oleh pembangunan yang mengabaikan daya dukung alam.

“Cuaca ekstrem ini harus menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak boleh berjalan sendiri tanpa mempertimbangkan aspek lingkungan dan keselamatan warga,” ujarnya.

Ia berharap, meningkatnya intensitas hujan dapat disikapi secara rasional dan kolektif, tanpa menimbulkan kepanikan, tetapi juga tanpa mengabaikan potensi risiko yang ada.

“Kewaspadaan bukan berarti takut berlebihan, tapi kesiapan untuk melindungi diri, keluarga dan lingkungan sekitar,” pungkas Heri. [Adv]

TAGGED:Heri Pudyatmoko
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • 14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin Selasa, 13 Jan 2026
  • Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang Selasa, 13 Jan 2026
  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Kuota Haji Jateng 2026 Naik Jadi 34.122, Jemaah Mulai Berangkat Bulan April

Senin, 12 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?