Ad imageAd image

Insiden Bos Rental Mobil Dikeroyok hingga Tewas di Sukolilo, Mahasiswa Asal Pati di Semarang Kena Imbasnya

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 3 Views
2 Min Read
Tempat lokasi kejadian bos rental mobil dikeroyok warga Sukolilo, Pati, Jateng, beberapa waktu yang lalu. (Foto: Polresta Pati)

INDORAYA – Usai viral insiden terkait bos rental mobil yang dianiaya hingga meninggal di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) membawa dampak untuk warga khususnya mahasiswa asal daerah ini di tanah rantau.

Pasalnya, insiden tersebut menyita perhatian publik. Apalagi saat di media sosial muncul adanya postingan sebuah foto google maps Kecamatan Sukolilo ditandai dengan nama negatif setelah kejadian tersebut.

Atas hal itu, stigma negatif selalu didengar oleh warga di Kecamatan Sukolilo. Misalnya seperti banyak orang yang menjuluki daerah ini yaitu kampung penadah hingga ber-SDM rendah.

Ternyata imbas tersebut juga dirasakan oleh warga Kabupaten Pati yang berada di luar kota.

Salah satunya mahasiswa kampus Semarang asal Kabupaten Pati, Putri mengatakan kasus pengeroyokan di Sukolilo itu menjadi pukulan cukup terasa bagi dirinya. Sebab, ia mengaku setiap ketemu orang selalu berstigma negatif tentang tanah kelahirannya sebagai bahan guyonan.

“Bukan bahan ejekan tapi lebih ke daerah yang dibuat jokes aja,” jelas Putri kepada wartawan, Rabu (26/6/2024).

Bahkan tidak hanya sebagai guyonan saja, ia pun menyebut ketika ada seseorang melihat plat nomor sepeda motornya berasal dari Pati, itu dipastikan banyak yang tanya-tanya.

“Saya keluar sepeda motor menggunakan plat Pati. Seperti banyak yang tanya-tanya,” ucapnya.

Hal itu membuatnya tidak nyaman ketika keluar menggunakan sepeda motor dengan plat Kabupaten Pati.

“Untuk mahasiswa sendiri, jadi lebih banyak di-notice orang setelah kasus Sukolilo kemarin,” imbuh Putri.

Selain Putri, Alfinda merupakan mahasiswa sebuah kampus di Semarang asal Pati pun ikut terkena imbas. Dia mengaku masih takut ketika melihat komentar -komentar di media sosialnya.

“Kalau dari aku sendiri dampak sosial nya gak yaa, cuma komen-komen netizen yang di platform media sosial aja kadang yang bikin parno aja takut terintimidasi juga,” ungkap dia.

Setelah kejadian tersebut juga banyak orang-orang yang menjadikan daerah kelahirannya itu sebagai bahan candaan.

“Iyaa gitu kak, kadang ya ditanya-tanya juga gitu ujungnya (jadi bahan candaan),” terangnya.

Share This Article