Ad imageAd image

Inilah Peran IWW Yang Menjadi Tersangka Suap Ekspor Minyak Goreng

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 124 Views
2 Min Read
gedung kantor kejaksaan agung (dok. kejaksaan RI)
INDORAYA – Jaksa Agung ST Burhanuddin menetapkan empat orang tersangka dalam kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil atau CPO atau minyak goreng.
Burhanuddin menyebut tersangka IWW yang merupakan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (DirjenPLNKemendag) berperan menerbitkan persetujuan ekspor CPO dan produk turunannya kepada eksportir yang seharusnya ditolak izinnya karena tidak memenuhi syarat.
Yaitu telah mendistribusikan CPO dan RBD Palm Oil tidak sesuai dengan harga penjualan dalam negeri atau DPO, tidak mendistribusikan CPO dan RBD ke dalam negeri sebagaimana kewajiban di dalam DMO yaitu 20 persen dari total ekspor.

“Adanya permufakatan antara pemohon dan pemberi izin dalam proses penerbitan persetujuan ekspor,” kata Burhanuddin, Selasa (19/4/2022).

BACA JUGA:   Andika Perkasa Ungkap Oknum TNI Yang Terlibat Kerangkeng Manusia Bupati Langkat

Sementara itu, Kejagung juga menetapkan 3 tersangka swasta dalam kasus ini, mereka adalah Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia berinisial MPT, Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group (PHG) berinisial SMA, dan General Manager di Bagian General Affair PT. Musim MAS berinisial PTS.

Masing-masing tersangka swasta tersebut juga rutin berkomunikasi intens dengan IWW, terkait penerbitan-penerbitan izin Persetujuan Ekspor (PE) di perusahaannya masing-masing.
Selain itu, para tersangka juga mengajukan permohonan izin persetujuan ekspor minyak goreng dengan tidak memenuhi syarat distribusi kebutuhan dalam negeri (DMO)

“Ketiga tersangka tersebut telah berkomunikasi secara intens dengan tersangka IWW sehingga PT Permata Hijau Group, PT Wilmar Nabati, PT Musim Mas, PT Multimas Nabati Asahan untuk mendapatkan persetujuan ekspor padahal perusahaan perusahaan tersebut bukan lah perusahaan yang berhak untuk mendapatkan persetujuan ekspor, karena sebagai perusahaan yang telah mendistribusikan CPO atau RDB Palm Oil tidak sesuai dengan harga penjualan dalam negeri atau DPO,” ujarnya.

BACA JUGA:   Catat! Inilah Nilai Ambang Batas SKD Sekolah Kedinasan 2022

Para tersangka langsung ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka.(FZ)

Share this Article