INDORAYA – Pemerintah Indonesia memberikan bantuan pangan untuk warga Gaza, Palestina, senilai US$12 juta atau sekitar Rp200,4 miliar (mengacu pada kurs Rp16.703 per dolar AS). Bantuan tersebut disalurkan melalui World Food Programme (WFP), badan pangan dunia di bawah naungan PBB.
Penyaluran bantuan ini dilakukan sesuai dengan kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Palestina. Langkah tersebut diambil karena kondisi keamanan di wilayah Gaza yang semakin memburuk serta terbatasnya organisasi yang mampu menyalurkan bantuan secara langsung ke lokasi.
“Keputusan bersama pemerintah Palestina dan Indonesia untuk menyampaikan bantuan Indonesia melalui Badan Pangan Dunia dilakukan untuk memastikan agar bantuan pangan dapat disalurkan dengan cepat dan tepat sasaran,” ujar Menteri Luar Negeri Sugiono dalam keterangan resmi, Jumat (26/9/2025).
Ia menambahkan bahwa pilihan menyalurkan bantuan lewat WFP merupakan solusi paling efektif di tengah kondisi Gaza yang sangat sulit diakses.
“Ini merupakan pilihan terbaik mempertimbangkan sulitnya akses bantuan untuk masuk ke Gaza. Sementara kebutuhan pangan di Gaza sudah sangat mendesak,” lanjutnya.
Sugiono juga menegaskan bahwa melalui WFP, distribusi bantuan akan lebih terjamin, khususnya dalam bentuk makanan siap konsumsi yang sehat dan layak untuk warga terdampak di Gaza.
Saat ini, pengiriman bantuan ke Palestina menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan gudang penyimpanan, hambatan distribusi, serta minimnya pasokan bahan bakar dan air bersih. Di sisi lain, warga Gaza sedang berada dalam situasi darurat kelaparan.
Bantuan ini merupakan bagian dari upaya nyata Indonesia dalam menanggapi situasi darurat pangan di Gaza, sekaligus pelaksanaan komitmen pengiriman 10 ribu ton beras yang sebelumnya telah disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB beberapa waktu lalu.
“Komitmen Indonesia untuk memberikan bantuan kepada Palestina tidak pernah surut. Upaya Pemerintah RI memberikan bantuan kepada Palestina telah dan akan terus dilakukan melalui berbagai mekanisme dan saluran yang tersedia,” ucap Sugiono.
Indonesia dikenal sebagai negara yang konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina dan aktif mengangkat isu ini dalam berbagai forum internasional.
Bahkan sebelum agresi militer besar-besaran oleh Israel, Indonesia sudah rutin menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Palestina.
Perhatian global terhadap Palestina meningkat tajam sejak serangan besar Israel pada Oktober 2023, yang menyebabkan kehancuran luas. Serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 65 ribu warga Palestina, menghancurkan ratusan ribu rumah dan infrastruktur sipil, serta memaksa jutaan orang meninggalkan tempat tinggal mereka.


