Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Indonesia Masih Krisis Dokter, Rasio Tenaga Medis Jauh di Bawah Standar Global
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Pendidikan

Indonesia Masih Krisis Dokter, Rasio Tenaga Medis Jauh di Bawah Standar Global

By Redaksi Indoraya
Jumat, 09 Jan 2026
Share
3 Min Read
Ilustrasi profesi dokter. (Foto: istimewa)
SHARE

INDORAYA – Indonesia masih menghadapi persoalan serius dalam pemenuhan tenaga medis. Kekurangan dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis, menjadi tantangan besar yang berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan nasional.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa rasio jumlah dokter dibandingkan populasi penduduk Indonesia masih tertinggal jauh dari standar internasional. Kondisi tersebut ia sampaikan saat berada di Magelang, Kamis (9/1/2025).

Pernyataan itu disampaikan Menkes Budi ketika menghadiri peluncuran studi kedokteran program Sarjana dan pendidikan profesi Dokter di kampus Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma).

Ia menjelaskan, merujuk indikator Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Bank Dunia, negara dengan kategori lower middle income idealnya memiliki satu dokter untuk setiap 1.000 penduduk. Sementara itu, rata-rata global berada pada angka 1,76 dokter per 1.000 penduduk.

“Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta, idealnya membutuhkan sekitar 280 ribu dokter. Saat ini posisi kita masih di angka 0,5 dokter per 1.000 penduduk,” katanya.

Tak hanya tertinggal secara global, Menkes Budi juga menyoroti posisi Indonesia di tingkat regional dan internasional. Di kawasan ASEAN, Indonesia berada di peringkat kedelapan, di bawah Myanmar, Thailand, dan Filipina. Bahkan di antara negara G20, Indonesia menempati posisi paling bawah, masih tertinggal dari India dan China.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi dasar pemerintah mendorong peningkatan jumlah fakultas kedokteran di berbagai perguruan tinggi. Ia mengapresiasi langkah Muhammadiyah yang telah membuka fakultas kedokteran ke-23.

“Saya titip jangan berhenti di 23, Muhammadiyah punya jaringan besar, kalau bisa sampai puluhan lagi dalam 10 tahun ke depan supaya manfaatnya lebih luas,” katanya.

Selain jumlah tenaga medis, persoalan distribusi dokter juga menjadi perhatian. Menkes Budi menilai pendidikan kedokteran masih terlalu terpusat di Pulau Jawa, sehingga lulusan dokter cenderung bertugas di wilayah yang sama.

“Ke depan, saya berharap pembukaan fakultas kedokteran lebih banyak dilakukan di luar Jawa, terutama di Maluku, Nusa Tenggara, dan wilayah timur lainnya,” katanya.

Saat ini, jumlah dokter umum di Indonesia diperkirakan sekitar 160 ribu orang, sementara dokter spesialis sekitar 40 ribu orang. Namun, kebutuhan ideal belum terpenuhi karena Indonesia masih kekurangan sekitar 70 ribu dokter umum dan 40 ribu dokter spesialis.

“Kita butuh dokter spesialis minimal satu di setiap kota. Itu pun sebenarnya belum ideal, karena dokter juga butuh waktu istirahat dan tidak mungkin selalu siaga,” katanya.

Ia menambahkan, kapasitas produksi dokter saat ini juga masih terbatas. Indonesia hanya mampu mencetak sekitar 12 ribu dokter umum dan 2.700 dokter spesialis setiap tahun. Dengan laju tersebut, penutupan kekurangan dokter diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

TAGGED:indonesia krisis dokterprofesi dokter indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial Sabtu, 07 Feb 2026
  • Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi Sabtu, 07 Feb 2026
  • Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas Sabtu, 07 Feb 2026
  • Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Sabtu, 07 Feb 2026
  • KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain Sabtu, 07 Feb 2026
  • Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen Sabtu, 07 Feb 2026

Berita Lainnya

Pendidikan

KKN UGM Dampingi Warga Banyuurip Rembang Olah Sampah Organik, Cegah Bau dengan Komposter Sederhana

Jumat, 06 Feb 2026
Pendidikan

SPPG Banjarnegara Bakal Gunakan Bahan Lokal untuk Menu MBG, Dongkrak Ekonomi Petani dan Peternak

Kamis, 05 Feb 2026
Pendidikan

Disdik Jateng Ungkap Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Keracunan MBG Sempat Trauma

Selasa, 03 Feb 2026
Pendidikan

Konferensi Nasional Unwahas Semarang, Mahasiswa Kampanyekan Krisis Iklim dan Keberlanjutan Lingkungan

Selasa, 03 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?