INDORAYA – Indonesia dan Italia dikabarkan siap mengirim personel ke Jalur Gaza, Palestina, sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF). Keterlibatan kedua negara tersebut disertai syarat utama, yakni tidak adanya kontak langsung dengan kelompok milisi Hamas.
Surat kabar Israel, Israel Today, melaporkan pada Selasa (16/12) bahwa Indonesia dan Italia secara prinsip menyatakan kesediaan bergabung dalam ISF selama ketentuan tersebut dipenuhi. Informasi itu dikutip dari Middle East Monitor.
Sikap Indonesia dan Italia disebut berbeda dengan sebagian besar negara lain yang hanya bersedia terlibat apabila Hamas lebih dahulu dilucuti senjatanya. Perbedaan pendekatan ini menjadi sorotan dalam pembahasan pembentukan pasukan internasional untuk Gaza.
Dalam laporan yang sama, Israel Today menyebutkan bahwa para pejabat Amerika Serikat (AS) dijadwalkan menggelar pertemuan di Doha, Qatar, dengan negara-negara yang menyatakan kesiapan membantu pembentukan ISF.
Sebelumnya, Turki juga menyampaikan kesiapan untuk mengerahkan pasukan ke Gaza. Namun, rencana tersebut mendapat keberatan dari Israel, mengingat hubungan baik Turki dengan Hamas. Untuk saat ini, Turki diperkirakan hanya akan terlibat pada fase ketiga rencana damai Presiden AS Donald Trump, yaitu tahap rekonstruksi, tanpa kehadiran pasukan bersenjata.
Selain itu, pasukan Palestina juga masuk dalam daftar potensi personel ISF, khususnya ratusan tentara Palestina yang telah dilatih di Mesir. Meski demikian, menurut laporan tersebut, Israel menolak keterlibatan pasukan Palestina karena afiliasi mereka dengan Otoritas Palestina (Palestinian Authority/PA).
Dilansir dari Middle East Monitor, pasukan ISF nantinya hanya akan ditempatkan di wilayah-wilayah Gaza yang berada di bawah kendali Israel. Pada tahap awal, ISF direncanakan ditempatkan di satu lokasi yang saat ini tengah dibangun di Rafah, sebelum kemudian diperluas dengan pembangunan pangkalan lain yang seluruhnya berada di area yang dikendalikan Israel.


