Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Indonesia Bersiap Tambah 12% Saham Freeport, Tunggu Instruksi Presiden
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Ekonomi

Indonesia Bersiap Tambah 12% Saham Freeport, Tunggu Instruksi Presiden

By Redaksi Indoraya
Rabu, 17 Sep 2025
Share
3 Min Read
Freeport
SHARE

INDORAYA – CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa rencana penambahan kepemilikan saham Indonesia di PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar lebih dari 10% sudah mendekati tahap akhir.

Pemerintah bahkan menargetkan penambahan saham hingga 12%, dan yang menarik, proses tersebut tidak akan membutuhkan dana dari negara.

“Free of charge, mantep kan,” kata Rosan, pada Rabu (17/9/2025).

Rosan menegaskan bahwa pemerintah menargetkan tambahan kepemilikan hingga 12%, namun realisasi langkah tersebut masih menunggu arahan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.

“Dalam waktu dekat sedang menunggu arahan dari Bapak Presiden,” kata Rosan.

Ketika ditanya mengenai kesepakatan Presiden terkait penambahan saham, Rosan menjawab:

“Saya target malah 12%,” ujarnya saat ditanya apakah Presiden setuju akuisisi saham PTFI ini lebih dari 10%.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa keputusan untuk menambah saham lebih dari 10% merupakan hasil dari rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.

Namun demikian, Bahlil belum dapat memastikan secara detail persentase tambahan saham tersebut. Kepastian jumlah baru akan disampaikan setelah proses perpanjangan kontrak resmi ditandatangani.

Ia menambahkan bahwa tambahan saham lebih dari 10% dapat diperoleh dengan biaya yang sangat rendah, karena nilai aset yang menjadi dasar perhitungan saat ini telah menyusut. Hal ini disebabkan oleh masa berlaku Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI yang hanya sampai tahun 2041 dan sedang dalam tahap penilaian.

“Karena valuasi asetnya kan kita anggap itu sudah nilai bukunya sangat tipis sekali. Tetapi itu kan terjadi untuk sampai dengan 2041. Dan sekarang perhitungannya lagi di jalan,” kata Bahlil usai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/9/2025).

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa Presiden telah memberikan arahan agar komunikasi dengan pihak Freeport dapat segera dipercepat guna mempercepat proses finalisasi penambahan saham.

“Nah saya diminta untuk bisa melakukan komunikasi percepatan dan kalau itu sudah fix, Insya Allah Freeport akan kita mempertimbangkan untuk melakukan kelanjutan daripada kontrak,” ujar Bahlil.

Sebagai catatan, pada tahun 2018, Indonesia resmi menjadi pemegang saham mayoritas di PT Freeport Indonesia sebesar 51,23% melalui Holding BUMN Pertambangan MIND ID (dulu bernama PT Inalum). Nilai akuisisi kala itu mencapai US$ 3,85 miliar atau sekitar Rp 55,8 triliun.

Kepemilikan Indonesia saat itu meningkat signifikan dari sebelumnya hanya 9,36%, sedangkan 48,77% sisanya masih dikuasai oleh perusahaan asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan (FCX).

TAGGED:saham Freeport
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • 14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin Selasa, 13 Jan 2026
  • Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang Selasa, 13 Jan 2026
  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Ekonomi

Menkeu Pastikan Dana Daerah Terdampak Bencana di Sumatra Tetap Utuh, Tak Dipotong Tahun Ini

Senin, 12 Jan 2026
Ekonomi

Mensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Strategi Pengentasan Kemiskinan Terpadu Era Prabowo

Senin, 12 Jan 2026
Ekonomi

Utang Pinjol dan Paylater Warga Indonesia Tembus Rp132 Triliun, OJK Soroti Lonjakan Kredit Macet

Minggu, 11 Jan 2026
Ekonomi

Pendapatan Wisata Jateng Lampaui Bali, Ahmad Luthfi Fokus Garap Wisata Ramah Muslim

Kamis, 08 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?