Ad imageAd image

Imbas Banjir di Pantura Kaligawe Semarang, RSI Sultan Agung Perkirakan Rugi Miliaran Rupiah

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 839 Views
5 Min Read
Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, Prof dr Agung Surya saat ditemui di ruang kerjanya untuk merespon dampak dari banjir Pantura Kaligawe Semarang, Selasa (19/3/2024). (Foto: Dickri Tifani Badi)

INDORAYA – Banjir hebat yang menerjang Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) sejak Kamis (14/3/2024) hingga saat ini, terutama di ruas Jalan Pantura Kaligawe Kota Semarang, berdampak negatif ke sejumlah sektor.

Salah satunya, Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang yang terendam banjir kurang lebih setinggi 1,20 meter.

Imbas dari banjir itu menimbulkan kerugian dengan estimasi hingga miliaran rupiah yang dialami oleh Pengelola RSI Sultan Agung.

Sebab selama banjir merendam, pelayanan baik rawat inap dan poli di rumah sakit yang berdekatan dengan Jalur Pantura Kaligawe ini berhenti.

Kendati demikian, pihak RSI Sultan Agung Semarang tersebut tidak serta-merta melihat dari kerugian finansialnya, akan tetapi mengutamakan penyelamatan pasiennya.

“Kerugian jelas ada. Satu hari tidak ada pelayanan rawat inap dan poli berhenti itu bisa miliaran. Kita empat lima hari itu sekian miliar bisa. Tapi kita tidak lihat uangnya tapi kita lihat sisi kemanusiaan, jadi bagaimana kita musti selamatkan orang-orang sejak kejadian Kamis dini hari sampai 18 Maret,” jelas Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, Prof dr Agung Surya saat ditemui Indoraya, Selasa (19/3/2024).

BACA JUGA:   Longsor di Pudakpayung Semarang, Satu Warga Meninggal Tertimbun Longsor

Ketika genangan air di kawasan Pantura Kaligawe Semarang kian tinggi, Prof dr Agung Surya membeberkan bahwa gedung-gedung yang ada di RSI Sultan Agung ikut terendam banjir, misalnya di ruang rawat inap, ruang jenazah, dan sejumlah bangsal cuci darah atau hemodialisis.

“Secara general rumah sakit kita ada lima gedung. Dimana tiga gedung kena dampaknya. Sekitar 1,20 meter. Terutama di ruang hemodialisis atau ruang cuci darah itu tidak bisa digunakan, baru sekarang bisa bergerak. Walaupun hari pertama sempat lumpuh tapi pelayanan emergency rawat inap tetap jalan,” beber Agung.

Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, Prof dr Agung Surya menyambut kedatangan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau di RSI Sultan Agung Semarang, Selasa (19/3/2024). (Foto: Dickri Tifani Badi)

Bahkan, dia menerangkan total sekitar 500 pasien yang terdanpak banjir hampir seminggu itu, membuat pihaknya inisiatif untuk memberikan bantuan berupa penyediaan makan untuk berbuka puasa dan sahur dari pihak rumah sakitnya.

Pemberian makan buka puasa dan sahur dilayani secara gratis sebagai bentuk rasa kemanusiaan.

BACA JUGA:   KAI DAOP 4 Semarang Sediakan 81 Ribu Kursi Selama Libur Nyepi hingga Awal Puasa 2024

“Jadi ada 500 pasien diberi bantuan makan untuk buka dan sahur. Pelayanan kita berikan cuma-cuma karena aksesnya tidak bisa. Maka dari itu kita semaksimal mungkin berusaha antisipasi walaupun air banjir sangat tinggi,” ungkapnya.

Saat ditanya bagaimana antisipasi pihak rumah sakit ketika wilayah Pantura Kaligawe Semarang terendam banjir, Agung mengatakan pemberian bantuan merupakan langkah pihaknya, sehingga saat bencana ini melanda tidak ada satupun pasien yang meninggal dunia akibat banjir.

Bahkan, untuk pelayanan ruang jenazah tetap bisa dilakukan termasuk membawa jenazah ke rumah duka keluarga masing-masing.

“Allhamdulilah yang jadi korban meninggal tidak ada sama sekali. Padahal ruang mayat itu terendam, kita masih sempat bawa mayat itu dibawa ke pasien ke keluarganya. Kita tetap bisa antisipasi karena secara manajemen memang kuat. Tapi kalau melawan alam tidak bisa. Cuman untuk fasilitas peralatan besar kita tidak ada yang kena dampaknya. Ini karena kita kerjasama dengan BNPB dan TNI,” ujarnya.

BACA JUGA:   Pemkot Semarang Masih Punya Dua PR, Kemiskinan Ekstrim dan Stunting¬†

“Keterlibatan personel TNI sudah dilakukan untuk evakuasi para pasien, dokter dan perawat menggunakan perahu karet,” sambungnya.

Pada hari ini, Selasa (19/3/2024) pagi, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau di RSI Sultan Agung Semarang. Saat meninjau, Suharyanto menyampaikan pesan kepada pihak rumah sakit ini agar ada koordinasi yang efektif guna menanggulangi banjir pada masa mendatang.

Menurut Agung, koordinasi efektif yang ditempuh pihaknya adalah mitigasi bencana banjir di sekitar wilayah Kaligawe.

Lalu, pihaknya mengupayakan pengerukan sedimentasi Sungai Sringin, pembersihan gorong-gorong yang dangkal dan meneken nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) bersama lintas instansi.

“Kepala BNPB menekankan harus ada koordinasi efektif antar krumah sakit dengan tim penanggulangan bencana. Untuk dilakukan mitigasi dan analisis juga. Untuk buangan Kali Dringin harus dilakukan penguatan. Gorong-gorong dangkal harus dilakukan pengerukan. Kita lakukan langkah kongkrit MoU kita akan lakukan,” paparnya.

Share this Article
Leave a comment