Ad imageAd image

Ilmuwan Temukan Hiu Yang Hidup Di Gunung Berapi

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 141 Views
2 Min Read
ilustrasi Hiu Martil (dok. pixabay)

INDORAYA – Di Kepulauan Solomon terdapat gunung berapi bawah laut yang bernama Kavachi. Pada 2015, beberapa peneliti melakukan ekspedisi di lokasi tersebut untuk mengetahui kehidupan yang ada di sekitarnya.

Beberapa mikroba ditemukan di sekitar gunung berapi yang memiliki kadar asam yang mengandung belerang cukup tinggi. Selain spesies mikroba yang tumbuh subur dengan belerang, mereka menemukan dua spesies hiu, yaitu hiu martil dan hiu sutra, yang hidup di kawah gunung berapi.

Temuan mereka dipublikasikan pada 2016 di jurnal Oceanography.

BACA JUGA:   Polres Kendal Bersiap Lakukan Rekayasa One Way di Rest Area

“Populasi hewan ‘agar-agar’, ikan kecil, dan hiu diamati terdapat di dalam kawah aktif,” tulis tim dalam makalah mereka, seperti dikutip dari IFL Science.

“Temuan ini menimbulkan pertanyaan baru tentang ekologi gunung berapi bawah laut aktif dan lingkungan ekstrem di mana hewan laut besar bisa eksis,” sebut mereka.

Tim tersebut menjuluki gunung berapi itu sebagai “Sharkcano”, mengingat banyaknya hiu yang tampaknya hidup bahagia di perairan yang panas dan asam. Untuk diketahui, Kavachi terletak sekitar 24 kilometer selatan Pulau Vangunu.

BACA JUGA:   Kemengangan Presiden Prancis Macron Mendapatkan Protes Dari Warga

“Dua spesies hiu, hiu martil bergigi Sphyrna lewini dan hiu sutra Carcharhinus falciformis, mendekati kamera berumpan beberapa kali dalam pola agresif. Dalam beberapa kasus, hiu tampak berenang dari kedalaman yang lebih dalam di dalam kawah,” kata para peneliti.

Gambar satelit dari NASA menunjukkan, gunung berapi bawah laut Kavachi meletus sekali lagi. Diambil oleh Operational Land Imager-2 pada satelit Landsat 9, gambar menunjukkan gumpalan besar air berubah warna pada 14 Mei 2022, memancar dari gunung berapi.

BACA JUGA:   Beberapa Fasilitas Olahraga di GBK Rusak Akibat Konser Musik

Menurut Smithsonian Global Volcanism Program, gunung berapi tersebut mengalami lebih banyak aktivitas akhir-akhir ini, dimulai dengan perubahan warna air yang keluar dari gunung tersebut pada Oktober 2021.

Sejak letusan pertama yang tercatat di lokasi tersebut pada tahun 1939, gunung berapi tersebut telah meletus hampir terus-menerus, meskipun ada beberapa periode relatif tidak aktif. Letusan besar terakhir yang terlihat dari terjadi pada tahun 2014.(FZ)

Share this Article