Ad imageAd image

Hysteria Gaet Isrol Medialegal Ulas Pentingnya Fenomena Sosial dalam Proses Kreatif Seniman

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 799 Views
2 Min Read
Kolektif Hysteria dan Isrol Medialegal berkolaborasi dalam Buah Tangan Edisi 28 'Cerita dari Kei' di Grobak Art Kos I Hysteria di Jalan Stonen Nomor 29, Bendan Ngisor, Semarang, Selasa (31/10/2023). (Foto: Hysteria/Dokumen untuk Indoraya)

INDORAYA – Kolektif Hysteria bersama salah satu seniman, Isrol Triono atau yang Isrol Medialegal, mengulas pentingnya fenomena sosial dan interaksi budaya dalam proses kreatif bagi seorang seniman.

Isrol Medialegal ialah salah satu seniman yang digaet oleh Kolektif Hysteria dalam agenda Buah Tangan Edisi 28. Program ini mulai dilaksanakan sejak bulan Oktober 2023 hingga 2024 mendatang.

Isrol Medialegal dan Kolektif Hysteria berkolaborasi dalam Buah Tangan Edisi 28 dengan tajuk ‘Cerita dari Kei’ di Grobak Art Kos I Hysteria di Jalan Stonen Nomor 29, Bendan Ngisor, Gajahmungkur, Semarang, Selasa (31/10/2023).

Agenda Buah Tangan ialah kegiatan berbagi oleh-oleh berupa informasi, pengetahuan serta inspirasi dari sosok-sosok yang memberikan pengalaman menarik tentang dunia dunia seni dan kreativitas.

Sejalan dengan hal itu, melalui ‘Cerita dari Key’, seniman Isrol Medialegal mencoba membagikan pengalamannya sebagai seniman rupa yang berfokus pada isu sosial di Kepulauan Kei, Provinsi Maluku.

Menurut Isrol, fenomena sosial merupakan permasalahan yang sangat dekat dengan dirinya sebagai seorang seniman sekaligus sebagai manusia sosial.

“Karena saya bagian dari masyarakat sosial. Ya menantang seberapa punya intuisi dan kepekaanmu. Apa yang kamu lihat, apa yang kamu rasain. Dari hal itu diaktualisasiin jadi bahasa visual,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Indoraya.news, Rabu (8/11/2023).

Isrol Medialegal mengatakan bahwa salah satu penngalaman yang berkesan dalam proses kreatif yang ia temui adalah ketika berkunjung ke Kepulauan Kei.

Fenomena sosial yang ditangkapnya seperti aktivitas anak-anak yang sudah sibuk dengan gawai hingga pahlawan nasional yang lahir dari sana. Ini menjadi potret yang ia abadikan di Kepulauan Kei.

Sementara itu, General Manajer Kolektif Hysteria Kesit Agung Wijanarko mengatakan, pengalaman Isrol diharapkan bisa memberikan inspirasi bagi seniman lain. Baginya, interaksi budaya merupakan hal yang krusial sebagai seniman

“Karena interaksi budaya bagi seniman adalah hal yang krusial,” kata Kesit Agung Wijanarko.

Sebagai informasi, Buah Tangan Edisi 28 masuk dalam rangkaian Dana Event Strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Agenda Buah Tangan ini juga menjadi rangkaian menuju 20 tahun Kolektif Hysteria.

Share this Article