Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: HM Sampoerna Tahun 2025 Tak Akan Andalkan Pendapatan dari Rokok Bakar
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Ekonomi

HM Sampoerna Tahun 2025 Tak Akan Andalkan Pendapatan dari Rokok Bakar

By Redaksi Indoraya
Jumat, 22 Apr 2022
Share
3 Min Read
IQOS salah satu produk PT HM Sampoerna Tbk sebagai pengganti rokok asap (dok. IQOS)
SHARE
INDORAYA – Pada tahun 2025 HM Sampoerna tidak akan lagi mengandalkan pendapatannya dari rokok bakar. Melainkan, menurut President South & Southeast Asia Region, Philip Morris International (PMI), Stacey Kennedy, akan mengandalkan rokok bebas asap.

“Pada tahun 2025 kami berambisi bahwa 50% dari pendapatan bersih kami berasal dari produk bebas asap rokok dan bukan dari rokok,” katanya, Kamis (21/4/2022) kemarin.

Hal itu ditegaskan menjadi visi untuk Indonesia terutama dalam mengembangkan investasi dalam produk rokok bebas asap. Targetnya, tidak hanya untuk kepentingan masyarakat Indonesia, tetapi juga untuk mendukung perekonomian Indonesia.

“Untuk mengekspor produk tersebut seperti yang dijelaskan Mindaugas (President Director PT HM Sampoerna Tbk), bagian dari filosofi tiga tangan kami,” tambahnya.

Satu di antara upaya dalam mengembangkan produk rokok bebas asap ini dengan membangun pabriknya di Indonesia. Seperti diketahui, PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) mulai membangun pabrik rokok bebas asap pada 2021 lalu di Karawang, Jawa Barat, Indonesia.

Investasi untuk fasilitas tersebut totalnya senilai US$ 166,1 juta atau setara Rp 2,3 triliun. Pabrik itu rencananya akan memproduksi batang tembakau bagi IQOS, dengan merek HEETS.

IQOS sendiri merupakan sistem pemanas batang rokok HEETS. Makanya, rokok bebas asap ini bukan lagi dibakar, melainkan dipanaskan. Stacey dengan memanaskan rokok, maka akan mengurangi zat-zat berbahaya dalam tembakau rata-rata 90-95%, dibandingkan dengan rokok dibakar.

“Itulah yang membuat (produk tembakau bebas asap) menjadi produk yang lebih baik,” ungkapnya.

“Kita juga tahu produk itu lebih baik karena perlu diterima oleh konsumen. Jadi Anda bisa membuat produk yang lebih baik tetapi konsumen tidak menyukainya. Jadi kami mencoba membuatnya serupa dengan pengalaman merokok, tetapi dengan senyawa berbahaya yang jauh berkurang,” tambahnya.

Stacey menargetkan produk IQOS dan HEETS tidak hanya diperjual belikan di Indonesia, tetapi bisa diekspor ke Asia Tenggara.

“Ini sangat penting karena akan memungkinkan kami untuk dapat mengembangkan jejak IQOS dan bahan habis pakai (produk tembakau yang dipanaskan) kami di Indonesia. Dan kami juga ingin dapat mengekspor, utamanya ke Asia Tenggara, tetapi juga berpotensi untuk lebih dari itu,” tuturnya.

Sementara saat ini, Philip Morris telah memasarkan produk IQOS di 71 negara di dunia pada akhir tahun 2021. Stacey menargetkan bisa dipasarkan di 100 negara pada tahun 2025.

“Dan penting untuk dicatat bahwa lebih dari 30 negara di mana IQOS berada saat ini ialah negara-negara berkembang (LMIC), jadi ini tentang produk yang lebih baik untuk semua orang. Dan kami juga ingin dapat memperluasnya ke Asia Selatan dan Tenggara,” pungkasnya.(FZ)

TAGGED:Indorayarokoksampoerna
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Bupati Pati Ditangkap KPK, Pemprov Jateng Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan Selasa, 20 Jan 2026
  • Jelang Ramadan, Pemprov Jateng Pastikan Ketersediaan Pangan Aman Meski Cuaca Ekstrem Selasa, 20 Jan 2026
  • Tanggapi OTT Bupati Pati, Wagub Jateng Dukung KPK Tegakkan Hukum Selasa, 20 Jan 2026
  • Tembus Rp5,81 Triliun, Realisasi Pendapatan Kota Semarang 2025 Tak Mencapai Target Selasa, 20 Jan 2026
  • Minimalisir Kecelakaan Warga, 528 Lampu Jalan Umum Dipasang di Rembang Selasa, 20 Jan 2026
  • Bajaj Hadirkan Senyum Anak Difabel Lewat Transportasi Inklusif di Semarang Selasa, 20 Jan 2026
  • Dua Mahasiswa Magister Teknik Lingkungan Undip Raih Beasiswa Riset Mikroplastik di Jepang Selasa, 20 Jan 2026

Berita Lainnya

Ekonomi

Pemerintah Siapkan Finalisasi Perpres Ojol, Regulasi Tunggu Kesepakatan Gojek–Grab

Senin, 19 Jan 2026
Ekonomi

Utang Pajak Rp25,4 Miliar Lunas, Wajib Pajak yang Disandera di Semarang Sudah Bebas

Sabtu, 17 Jan 2026
Ekonomi

Pulihkan Sawah Pascabanjir, Mentan Tegaskan Negara Gaji Petani Lewat Skema Padat Karya

Sabtu, 17 Jan 2026
Ekonomi

Ekonom Kritik Anggaran MBG 2026 Rp 335 Triliun, Dinilai Cukup Maksimal Rp 8 Triliun

Jumat, 16 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?