Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Heri Pudyatmoko: Program Reboisasi Kawasan Kritis Perlu Digalakkan untuk “Jateng Hijau”
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
DaerahJateng

Heri Pudyatmoko: Program Reboisasi Kawasan Kritis Perlu Digalakkan untuk “Jateng Hijau”

By Ainun Nafisah
Rabu, 22 Okt 2025
Share
2 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko
SHARE

INDORAYA — Upaya menjaga keseimbangan ekologi di Jawa Tengah dinilai masih menghadapi tantangan serius, terutama di wilayah pegunungan dan daerah aliran sungai (DAS) yang mengalami degradasi lahan cukup parah. Menyikapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko menegaskan pentingnya memperkuat kembali program reboisasi kawasan kritis sebagai upaya “menghijaukan” Jateng secara berkelanjutan.

Menurut Heri, keberlanjutan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan seremonial tahunan seperti penanaman pohon massal. Ia menekankan perlunya sistem monitoring dan kolaborasi lintas sektor, agar upaya penghijauan tidak berhenti pada kegiatan simbolik.

“Reboisasi bukan sekadar menanam, tapi memastikan pohon tumbuh, mengikat air, dan menjaga kehidupan masyarakat sekitar hutan. Ini soal ekosistem sosial dan ekonomi, bukan hanya soal lingkungan,” ujarnya.

Heri menjelaskan, Jawa Tengah memiliki sekitar 266 ribu hektare lahan kritis, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng tahun 2025. Sebagian besar berada di kawasan pegunungan seperti Wonosobo, Banjarnegara, dan Blora.

Lahan yang gundul tersebut memperparah risiko banjir, longsor, dan kekeringan, terutama saat musim ekstrem melanda.

“Kawasan hulu seperti Merbabu, Sindoro-Sumbing, dan Lawu harus jadi prioritas reboisasi. Pemerintah daerah perlu berani menggandeng pesantren, sekolah, komunitas pecinta alam, hingga kelompok tani hutan dalam gerakan yang nyata,” tambahnya.

Ilustrasi: Lahan kritis di wilayah pegunungan.

Ia juga mendorong agar program reboisasi diintegrasikan dengan agenda ekonomi hijau, seperti agroforestri dan wisata alam berbasis konservasi.

Dengan cara itu, masyarakat sekitar hutan tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga penerima manfaat langsung dari lingkungan yang lestari.

“Kita bisa jadikan reboisasi sebagai peluang ekonomi hijau baru. Misalnya, melalui penanaman pohon produktif seperti kopi, alpukat, atau aren yang bernilai ekonomi dan sekaligus menjaga tanah,” kata Heri.

“Pembangunan fisik boleh tumbuh, tapi tanpa ekosistem yang sehat, semuanya akan rapuh. Reboisasi adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Program reboisasi yang berkelanjutan diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi ketahanan lingkungan Jawa Tengah. Hal ini, katanya, juga bisa memperkuat daya dukung daerah dalam menghadapi perubahan iklim global yang semakin nyata dampaknya. [Adv]

TAGGED:Heri PudyatmokoJateng HijauLahan Kritis Jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Gojek Gandeng Dinkes Semarang, Latih Driver Siap Tanggap Darurat di Jalan Minggu, 08 Feb 2026
  • Pemilu 2029 Masih Jauh, Bawaslu–DPRD Semarang Pasang Kuda-Kuda Cegah Pelanggaran Minggu, 08 Feb 2026
  • Jadi Ahli di Singapura hingga AS, Ini Rekam Jejak James Purba sebagai Ahli Kepailitan Minggu, 08 Feb 2026
  • Perkuat Rantai Pasok Ekonomi Lokal, Heri Pudyatmoko Ajak Kolaborasi Semua Pihak Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko: Perlindungan Perempuan dan Anak di Jawa Tengah Harus Lebih Terintegrasi Minggu, 08 Feb 2026
  • Cegah Kekerasan, Wagub Jateng Minta Fungsi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dioptimakan Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Ingatkan Pentingnya Indikator Kesejahteraan Non-Angka Makro Minggu, 08 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Perkuat Rantai Pasok Ekonomi Lokal, Heri Pudyatmoko Ajak Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 08 Feb 2026
Jateng

Heri Pudyatmoko: Perlindungan Perempuan dan Anak di Jawa Tengah Harus Lebih Terintegrasi

Minggu, 08 Feb 2026
Jateng

Cegah Kekerasan, Wagub Jateng Minta Fungsi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dioptimakan

Minggu, 08 Feb 2026
Jateng

Heri Pudyatmoko Ingatkan Pentingnya Indikator Kesejahteraan Non-Angka Makro

Minggu, 08 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?