Ad imageAd image

Heri Pudyatmoko: Potensi Pergerakan Masyarakat di Masa Libur Lebaran Harus Diantisipasi

Panji Bumiputera
By Panji Bumiputera 933 Views
2 Min Read
Heri Pudyatmoko Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah

INDORAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mengatakan bahwa pemerintah provinsi (Pemprov) dan pemerintah daerah (Pemda) di wilayahnya untuk mengantisipasi pergerakan masyarakat di masa libur lebaran tahun 2024.

Salah satunya dengan mempersiapkan wisata yang dapat menciptakan rasa aman dan nyaman untuk masyarakat.

Apalagi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi hingga Lebaran 2024 atau antara 5-11 April 2024.

“Momen lebaran kali ini sepertinya akan disambut dengan kemungkinan cuaca ekstrem. Jadi harus ada langkah antisipasi untuk meminimalisir gangguan selama masyarakat melakukan aktivitas berlibur lebaran,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Hari Lingkungan Hidup: Dua UMKM Tokopedia Manfaatkan Teknologi untuk Ajak Masyarakat Sayangi Bumi

Menurut prediksi dari Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan, jumlah pergerakan orang yang masuk dan melintas di Jateng selama lebaran 2024, mencapai 18,23 juta orang.

Dalam hal ini, Heri mengungkapkan bahwa perkiraan pergerakan jutaan orang di tengah cuaca ekstrem harus benar-benar menjadi perhatian semua pihak, terutama pemerintah daerah, para pelaku wisata, dan masyarakat.

“Upaya antisipasi harus disiapkan dengan matang, baik oleh pemerintah daerah, pemerintah pelaku usaha maupun masyarakat,” paparnya.

Heri menambahkan, sejumlah jalur wisata yang biasa dilalui masyarakat, harus dipastikan keamanannya dari potensi ancaman bila terjadi cuaca ekstrem.

BACA JUGA:   Merasa Dieksploitasi, Warga Temanggung Tersinggung Setelah Dikunjungi Ganjar

“Semua pihak baik pemerintah, pihak keamanan maupun stakeholder harus mampu berkolaborasi untuk menghadapai potensi ledakan jumlah pergerakan masyarakat,” katanya.

Para pelaku wisata, lanjut Heri, juga harus memastikan kawasan dan wahana permainan yang dioperasikan mereka benar-benar memenuhi standar keamanan yang berlaku.

“Tentu saja, langkah itu harus diikuti dengan sosialisasi masif agar kebijakan tersebut berjalan efektif,” pungkasnya. [Adv-Indoraya]

Share this Article
Leave a comment