Ad imageAd image

Heri Pudyatmoko: Pendidikan Jadi Kunci Tuntaskan Kemiskinan

Panji Bumiputera
By Panji Bumiputera 20 Views
2 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko.

INDORAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menegaskan bahwa salah satu faktor krusial dalam menuntaskan kemiskinan yakni dengan serius melakukan pemerataan pendidikan. Tidak untuk berlomba meraih gelar, tetapi agar menyejahterakan masyarakat secara mandiri.

Menurut Heri, masyarakat membutuhkan akses pendidikan yang berkualitas untuk mampu berpikir maju dan berkarakter.

“Untuk bisa keluar dari lingkaran kemiskinan, kita harus memiliki daya pikir yang terbuka dan inovatif,” katanya.

“Ketika akses pendidikan merata dan berkualitas, kita bisa mencetak generasi dengan kemampuan penalaran yang baik dan berdaya saing tinggi,” imbuhnya.

BACA JUGA:   37 ASN di Kudus Terima SK Pensiun

Heri mengatakan, kemiskinan sudah seperti momok yang membuat kehidupan terbelenggu.

“Kemiskinan itu tidak selalu direfleksikan dengan jumlah harta, tetapi juga bisa tercermin dari pola pikir yang takut dengan perubahan dan ketidakteraturan,” paparnya.

Ia menjelaskan, generasi yang tidak mau melakukan usaha untuk bergerak dan berinovasi, secara tidak langsung sedang mengikat dirinya dalam stagnasi dan bahkan kemunduran.

“Perubahan itu tidak ditunggu, tetapi diciptakan. Akses terhadap perubahan memang menjadi kewajiban pemerintah dan wakil rakyat, tetapi masyarakat juga harus memiliki kesadaran untuk bisa keluar dari belenggu permasalahan,” jelasnya.

BACA JUGA:   Soliditas Pemerintah dengan Masyarakat Dinilai Mampu Cegah Konflik Sosial

Oleh sebab itu, lanjutnya, pemerintah harus memberikan akses untuk menuntun masyarakat mampu mandiri dalam menyejahterakan dirinya.

“Bantuan itu ya salah satunya dengan menciptakan pendidikan yang berkualitas dan merata, tidak hanya sebagai program kerja, tetapi benar-benar memberikan pengajaran,” tegasnya.

Heri berpendapat, terdapat perubahan mindset tentang pendidikan saat ini. Di mana bukan lagi dijadikan sebagai ladang berpengetahuan, melainkan dianggap sebagai jembatan mendapat pekerjaan.

“Kalau orientasinya hanya itu (red: mencari pekerjaan), ya pendidikan kita akan tumpul. Semua orang bergantung dan berharap pada ijazah, bukan lagi pada kemampuan diri,” ucapnya.

BACA JUGA:   Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Digitalisasi UMKM untuk Selamatkan Ekonomi

“Itu sebabnya, pendidikan harus merata dalam memberikan pengetahuan, untuk mendidik masyarakat dan mengembangkan dirinya, sehingga mampu mengatasi tantangan ke depan,” imbuhnya.

Heri memungkasi, kerja sama antara pemerintah, stakeholder terkait dan masyarakat harus terjalin harmonis dan adaptif. Terutama untuk sampai pada jalan keluar penuntasan kemiskinan dan ketidaksejahteraan. (Adv-Indoraya)

Share this Article
Leave a comment