Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Heri Pudyatmoko: Nilai Gotong Royong Perlu Dimaknai Ulang Secara Kontekstual
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Heri Pudyatmoko: Nilai Gotong Royong Perlu Dimaknai Ulang Secara Kontekstual

By Ainun Nafisah
Rabu, 17 Des 2025
Share
2 Min Read
Heri Pudyatmoko, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah
SHARE

INDORAYA — Nilai gotong royong dinilai masih relevan sebagai fondasi kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Namun, cara memaknainya perlu disesuaikan dengan perubahan zaman agar tidak berhenti sebagai jargon budaya semata.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menekankan bahwa gotong royong hari ini tidak bisa lagi dimaknai secara sempit sebagai kerja fisik bersama, melainkan harus diterjemahkan dalam konteks sosial, ekonomi dan kebijakan publik yang lebih luas.

“Gotong royong bukan sekadar kerja bakti atau simbol budaya. Di tengah masyarakat yang semakin kompleks, gotong royong harus hadir dalam bentuk kolaborasi, kepedulian sosial, dan keberpihakan kebijakan,” ujar Heri.

Menurutnya, perubahan struktur masyarakat mulai dari urbanisasi, digitalisasi, hingga pola kerja yang semakin individual membuat praktik gotong royong tradisional mengalami pergeseran. Namun, nilai dasarnya tetap relevan jika dimaknai secara kontekstual.

Heri menilai, tantangan utama saat ini adalah bagaimana semangat gotong royong dapat diterjemahkan ke dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan daerah dan kehidupan bermasyarakat tanpa kehilangan esensi kebersamaan.

“Dalam kebijakan publik, gotong royong berarti kehadiran negara yang bekerja bersama masyarakat. Pemerintah, swasta, komunitas, dan warga tidak berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.

Ia mencontohkan, penanganan persoalan sosial seperti kemiskinan, bencana alam, hingga ketimpangan akses pendidikan dan kesehatan membutuhkan pendekatan kolaboratif lintas sektor. Tanpa semangat gotong royong yang adaptif, kebijakan berpotensi berjalan parsial dan tidak berkelanjutan.

Selain itu, Heri juga menyoroti pentingnya menanamkan nilai gotong royong kepada generasi muda dengan pendekatan yang relevan dengan realitas mereka saat ini.

“Generasi muda hidup di era digital. Gotong royong bisa hadir dalam bentuk solidaritas sosial, gerakan komunitas, advokasi kebijakan, hingga kolaborasi berbasis teknologi. Nilainya sama, bentuknya yang berbeda,” katanya.

Ia mengingatkan, apabila gotong royong hanya dipertahankan sebagai simbol atau nostalgia masa lalu, maka nilai tersebut akan kehilangan daya hidupnya di tengah masyarakat modern.

“Budaya yang tidak dimaknai ulang akan ditinggalkan. Gotong royong harus menjadi etos hidup yang kontekstual, bukan sekadar slogan,” tegas Heri.

“Gotong royong adalah tentang rasa memiliki dan tanggung jawab bersama. Ketika itu hadir dalam kebijakan dan kehidupan sosial, pembangunan akan lebih adil dan berkelanjutan,” pungkasnya. [Adv]

TAGGED:Heri Pudyatmoko
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Prancis dan Kanada Resmi Buka Konsulat di Nuuk, Tegaskan Dukungan untuk Greenland Sabtu, 07 Feb 2026
  • Gajah Sumatera Ditembak Mati di Pelalawan, Belalai dan Gading Hilang Sabtu, 07 Feb 2026
  • Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Akui Terima Suap Restitusi Pajak, Kini Ditahan KPK Sabtu, 07 Feb 2026
  • Budisatrio Tegaskan “Kompak, Bergerak, Berdampak” di HUT ke-18 Gerindra DPR RI Sabtu, 07 Feb 2026
  • HUT ke-18 Gerindra, Prabowo Ingatkan Kader Jaga Uang Rakyat dan Hindari Perbuatan Tercela Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko: Pendidikan Merata Kunci Daya Saing Jawa Tengah Jumat, 06 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Primer di Jawa Tengah Jumat, 06 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Heri Pudyatmoko: Pendidikan Merata Kunci Daya Saing Jawa Tengah

Jumat, 06 Feb 2026
Jateng

Heri Pudyatmoko Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Primer di Jawa Tengah

Jumat, 06 Feb 2026
Jateng

Peringati HUT ke-18, Gerindra Jateng Minta Kader Rawat dan Tertibkan Atribut Partai

Jumat, 06 Feb 2026
Jateng

Peringatan HUT ke-18 Gerindra Jateng Tak Ada Pesta Pora, Fokus Baksos dan Penanganan Bencana

Jumat, 06 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?