Ad imageAd image

Heri Pudyatmoko: Mudik Lebaran Diharapkan Mampu Menggerakkan Ekonomi Daerah

Redaksi
By Redaksi 66 Views
4 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko saat mengecek pelayanan vaksinasi booster belum lama ini.

INDORAYA – Pemerintah diharap mengantisipasi persoalan yang mungkin ada menghadapi arus mudik Lebaran 2022. Beberapa potensi masalah yang akan timbul biasanya soal kemacetan, kecelakaan lalu lintas, kejahatan jalanan, dan yang tak kalah penting antisipasi penularan Covid-19. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko, Sabtu (23/4/2022).

Menurutnya, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 28-30 April 2022. “Secara nasional jumlah pemudik sesuai dengan hasil survei terakhir sekitar 85 juta orang, dan yang masuk ke Jateng sekitar 23,5 juta orang. Dengan demikian akan terjadi lonjakan arus lalu lintas dan ini harus diantisipasi,” katanya.

Antisipasi yang bisa dilakukan, di antaranya koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi beberapa persoalan yang ada. Salah satunya pemetaan titik kemacetan, pasar tiban, bottleneck, titik rawan kejahatan, titik rawan kecelakaan, dan lainnya.

“Semua potensi persoalan harus diantisipasi dengan baik. Hal ini untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik yang datang atau melintas di wilayah Jawa Tengah,” katanya.

Kedatangan para pemudik, diharapkan juga mampu menggerakkan ekonomi di Jateng. Musim Lebaran, kata dia, selalu mampu menggerakkan perekonomian daerah, ditunjukkan dengan peningkatan jumlah uang beredar.

“Tentu momentum mudik libur Lebaran tahun ini akan berdampak signifikan pada peningkatan konsumsi rumah tangga, sektor ini memberikan kontribusi yang besar pada pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Dia menambahkan, peningkatan biasanya terjadi di sisi konsumsi untuk makanan, minuman, pakaian, transportasi serta hotel, dan restoran selama mudik Lebaran.

“Tentu ini akan membawa manfaat positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Mudik Lokal

Sebagai informasi, tahun ini pemerintah mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan kegiatan mudik Lebaran. Meski begitu, masyarakat diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) karena Covid-19 sendiri belum benar-benar hilang. Dengan disiplin yang ketat, diyakini penyebaran virus dapat ditekan.

Dinas Perhubungan Jawa Tengah tetap melakukan antisipasi pergerakan mudik lokal saat Lebaran, guna mencegah terjadinya kemacetan di beberapa titik.

Kepala Dinas Perhubungan Jateng Henggar Budi Anggoro mengatakan, pihaknya berkonsentrasi mematangkan persiapan, untuk menghadapi arus mudik Lebaran yang diperkirakan akan dimulai pada 28 April 2022 mendatang. Pergerakan arus mudik dari arah Jakarta dan sekitarnya, diperkirakan hingga sampai 1 Mei 2022.

Henggar menjelaskan, kebiasaan masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik juga dilakukan saat hari pertama Lebaran. Yakni, biasa disebut mudik lokal di wilayah aglomerasi. Sehingga, saat hari pertama dan kedua Lebaran biasanya terjadi perpindahan penduduk di wilayah aglomerasi untuk mengunjungi sanak saudara.

Menurutnya, meskipun tidak dalam jumlah yang besar tetap menjadi perhatian agar tidak terjadi kemacetan di beberapa ruas jalan provinsi. Baik di wilayah aglomerasi Semarang Raya, Solo Raya maupun beberapa eks karesidenan di Jateng.

“Biasanya pergerakan mudik lokal itu tidak mepet, tapi pas hari H. Hari H dan H+1 Lebaran, biasanya begitu. Karena kalau dia pas hari H-nya biasanya berada di rumahnya sendiri-sendiri, dengan lingkungannya. Habis Salat Id, baru dia pulang. Kita tidak terlalu risau dengan seperti itu, karena yang kita antisipasi mudik dari luar kotanya sudah aman dulu,” kata Henggar.

Lebih lanjut Henggar menjelaskan, meskipun tidak ada pemeriksaan tes antigen atau PCR bagi pemudik di jalan, tetapi masyarakat diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan. Pemudik diminta menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain, sehingga tidak ada penambahan kasus Covid-19 usai pelaksanaan Lebaran.

“Saat ini juga banyak orang yang antre minta vaksin booster. Karena, vaksin ini salah satu upaya pencegahan. Jadi yang belum booster silakan saja minta, ke puskesmas atau gerai vaksin,” pungkasnya.(Advetorial-IR)

Share this Article