Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Heri Pudyatmoko: Masa Depan Digital Harus Berakar pada Nilai Budaya dan Kemanusiaan
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Heri Pudyatmoko: Masa Depan Digital Harus Berakar pada Nilai Budaya dan Kemanusiaan

By Ainun Nafisah
Selasa, 16 Des 2025
3 Views
Share
3 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko.
SHARE

INDORAYA — Perkembangan teknologi digital yang kian pesat, membawa peluang besar sekaligus tantangan serius bagi kehidupan sosial masyarakat. Di tengah masifnya penggunaan kecerdasan buatan (AI), media sosial dan otomasi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mengingatkan bahwa arah kemajuan digital tidak boleh tercerabut dari nilai budaya dan kemanusiaan.

Menurut Heri, teknologi sejatinya bukan sekadar alat, melainkan bagian dari perubahan budaya yang memengaruhi cara manusia berpikir, berinteraksi dan mengambil keputusan.

Karena itu, katanya, kemajuan digital harus disikapi secara sadar dan etis, bukan diterima secara mentah tanpa refleksi nilai.

“Teknologi tidak lahir di ruang hampa. Ia tumbuh di tengah masyarakat dengan nilai, budaya dan sejarahnya sendiri. Kalau kita mengadopsi teknologi tanpa pijakan kemanusiaan, yang terjadi bukan kemajuan, tapi keterasingan,” ujar Heri.

Ia menilai, di era digital saat ini, masyarakat kerap terjebak pada logika kecepatan, viralitas dan efisiensi, namun abai pada dampak sosial dan moral yang menyertainya.

Padahal, Heri mengingatkan, budaya bangsa Indonesia dibangun di atas nilai gotong royong, empati dan kebersamaan—nilai yang justru harus diperkuat dalam transformasi digital.

“Jangan sampai teknologi justru melahirkan masyarakat yang individualistik, miskin empati dan kehilangan daya kritis. Masa depan digital harus tetap menempatkan manusia sebagai subjek, bukan objek,” tegasnya.

Ilustrasi: Pentingnya pendidikan dan pendampingan penggunaan teknologi digital.

Heri juga menyoroti pentingnya literasi digital berbasis nilai, terutama bagi generasi muda.

Ia menilai, pendidikan digital tidak cukup hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan memilah informasi, memahami etika bermedia, serta kesadaran akan tanggung jawab sosial di ruang digital.

“Anak-anak muda kita sangat cepat beradaptasi dengan teknologi. Itu kekuatan besar. Tapi tanpa fondasi nilai budaya dan kemanusiaan, mereka bisa terseret arus disinformasi, ujaran kebencian dan polarisasi,” katanya.

Lebih lanjut, Heri mendorong agar pemerintah daerah, institusi pendidikan, serta komunitas budaya turut mengambil peran aktif dalam merumuskan arah transformasi digital yang inklusif dan berkeadaban.

Menurutnya, dialog antara teknologi, budaya dan kemanusiaan harus terus dibuka agar kemajuan tidak mengorbankan jati diri.

“Pembangunan digital yang sehat bukan hanya soal infrastruktur dan aplikasi, tapi juga soal nilai yang kita tanamkan. Teknologi harus memperkuat peradaban, bukan menggerusnya,” pungkas Heri.

Ia menegaskan, masa depan Jawa Tengah dan Indonesia, tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang dimiliki. Tetapi oleh sejauh mana kemajuan itu mampu menjaga martabat manusia dan merawat nilai-nilai budaya bangsa. [Adv]

TAGGED:Heri PudyatmokoPendidikan DigitalTeknologi Digital
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Ahmad Luthfi Beberkan Program Pelestarian Lingkungan Jateng, dari Mageri Segoro hingga Zero Sampah 2029 Rabu, 11 Feb 2026
  • Setahun Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Backlog Rumah di Jawa Tengah Turun 274.514 Unit Rabu, 11 Feb 2026
  • Pemprov Jateng Perkuat Pariwisata Lewat Kolaborasi dengan Hotel dan Restoran Rabu, 11 Feb 2026
  • Menuju Zero Sampah 2029, Ahmad Luthfi Gencarkan Gerakan Bersih dari Lingkungan Terkecil di Jawa Tengah Rabu, 11 Feb 2026
  • Tanah Bergerak di Tembalang Semarang Meluas, 10 Rumah Warga Kampung Sekip Rusak Rabu, 11 Feb 2026
  • Ekonomi Jateng Kian Melesat, Dunia Usaha Optimistis Sambut 2026 Rabu, 11 Feb 2026
  • Hotel Baru di Jalan Wahidin, Nusatu by ARTOTEL Tawarkan Konsep Butik di Semarang Rabu, 11 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Ahmad Luthfi Beberkan Program Pelestarian Lingkungan Jateng, dari Mageri Segoro hingga Zero Sampah 2029

Rabu, 11 Feb 2026
Jateng

Setahun Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Backlog Rumah di Jawa Tengah Turun 274.514 Unit

Rabu, 11 Feb 2026
Jateng

Pemprov Jateng Perkuat Pariwisata Lewat Kolaborasi dengan Hotel dan Restoran

Rabu, 11 Feb 2026
Jateng

Menuju Zero Sampah 2029, Ahmad Luthfi Gencarkan Gerakan Bersih dari Lingkungan Terkecil di Jawa Tengah

Rabu, 11 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?