Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Heri Pudyatmoko: Literasi Digital Harus Ajarkan Anak Memilah Fakta, Bukan Sekadar Viralitas
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
PendidikanTeknologi

Heri Pudyatmoko: Literasi Digital Harus Ajarkan Anak Memilah Fakta, Bukan Sekadar Viralitas

By Ainun Nafisah
Jumat, 24 Okt 2025
Share
3 Min Read
Heri Pudyatmoko, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah
SHARE

INDORAYA — Di tengah derasnya arus informasi digital yang membanjiri media sosial, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menegaskan bahwa pendidikan literasi digital pada anak harus diarahkan bukan hanya pada kemampuan menggunakan teknologi. Tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis dan memilah kebenaran informasi.

Menurutnya, generasi muda kini hidup di era yang menempatkan popularitas di atas validitas. Banyak anak dan remaja yang lebih terpikat oleh hal viral di dunia maya, dibandingkan mencari kebenaran atau substansi di baliknya.

“Kita tidak bisa melarang anak-anak menggunakan media digital. Tapi kita bisa membekali mereka dengan kemampuan untuk memilah mana yang benar, mana yang manipulatif,” ungkapnya.

“Literasi digital bukan sekadar tahu cara mengunggah konten, tapi bagaimana bertanggung jawab atas apa yang dilihat dan disebarkan,” imbuhnya.

Politikus yang akrab disapa Heri Londo itu menilai, tantangan utama literasi digital bukan lagi soal akses internet, melainkan soal daya nalar dan etika bermedia. Banyak kasus penyebaran hoaks, cyberbullying, hingga konten tidak pantas yang melibatkan anak-anak karena lemahnya pembekalan nilai dan pendampingan dari keluarga maupun sekolah.

Ilustrasi: Literasi digital sebagai budaya baru dalam mencapai pendidikan. (Foto: Isotock)

Heri mendorong agar kurikulum pendidikan dasar dan menengah di Jawa Tengah memperkuat aspek literasi digital secara berkelanjutan. Menurutnya, pendidikan literasi seharusnya menjadi bagian dari karakter, bukan sekadar materi tambahan.

“Anak-anak sekarang belajar dari layar lebih banyak daripada dari buku. Karena itu, guru dan orang tua perlu menyesuaikan pendekatan. Literasi digital bukan menakut-nakuti mereka soal internet, tapi mengajarkan cara menggunakan teknologi dengan bijak dan beretika,” jelasnya.

Ia mengatakan, literasi digital bisa dilakukan dengan mengadakan kelas berbasis praktik. Seperti pelatihan cek fakta sederhana, etika bermedia sosial, serta pembuatan konten edukatif. Program semacam ini, kata Heri, perlu diperluas hingga ke tingkat desa dan madrasah agar merata di seluruh Jawa Tengah.

“Kita butuh generasi yang tidak mudah percaya pada berita palsu. Kalau mereka bisa berpikir kritis sejak dini, itu investasi besar untuk masa depan bangsa,” imbuhnya.

Heri menegaskan bahwa budaya literasi di era digital bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga soal tanggung jawab moral.

Dalam konteks ini, sekolah, pemerintah, dan keluarga harus bersinergi untuk menumbuhkan budaya literasi yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Teknologi itu alat. Tapi bagaimana alat itu digunakan, itu cerminan budaya kita. Maka literasi digital adalah jembatan antara kemajuan teknologi dan karakter bangsa,” pungkasnya. [Adv]

TAGGED:Heri PudyatmokoLiterasi DigitalPendidikan Indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • 14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin Selasa, 13 Jan 2026
  • Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang Selasa, 13 Jan 2026
  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Pendidikan

14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin

Selasa, 13 Jan 2026
Pendidikan

MBG di SMKN 11 Semarang Dihentikan Sementara Usai Siswa Keracunan, Tunggu Hasil Uji Bakteri

Minggu, 11 Jan 2026
Teknologi

Masa Aktif Kuota Internet 28 Hari Dinilai Tak Adil dan Rugikan Konsumen

Minggu, 11 Jan 2026
Teknologi

BRIN Kembangkan Sensor Lingkungan Cerdas untuk Pemantauan Pencemaran Berkelanjutan

Jumat, 09 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?