Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Heri Pudyatmoko: Kolaborasi Antarinstansi Kunci Sukses Program Anti-Kemiskinan di Daerah
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Heri Pudyatmoko: Kolaborasi Antarinstansi Kunci Sukses Program Anti-Kemiskinan di Daerah

By Ainun Nafisah
Rabu, 22 Okt 2025
Share
3 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko.
SHARE

INDORAYA — Upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah dinilai tidak bisa berjalan efektif jika dilakukan secara parsial oleh satu lembaga saja. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menegaskan bahwa kolaborasi antarinstansi dan lintas sektor merupakan kunci keberhasilan dalam menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Jawa Tengah per Maret 2025 berada di angka 9,48%, atau sekitar 3,37 juta jiwa.

Meski menurun dibandingkan tahun sebelumnya, Heri menilai penurunan tersebut belum mencerminkan perubahan struktural yang signifikan, karena masih banyak masyarakat di pedesaan dan sektor informal yang rentan kembali miskin.

“Kemiskinan tidak hanya soal pendapatan, tapi juga soal akses: akses ke pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan informasi. Karena itu, tidak cukup hanya satu dinas bekerja sendiri-sendiri. Harus ada sistem kerja terpadu antarinstansi, dari kabupaten sampai provinsi,” terangnya.

Selain itu, Heri juga menyoroti pentingnya sinkronisasi data dan program antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan desa.

Ia menyebut, banyak program sosial atau ekonomi yang tumpang tindih karena tidak didukung basis data terpadu dan pemantauan lapangan yang jelas.

“Kalau data kemiskinan versi Dinas Sosial berbeda dengan Dinas Kesehatan atau Bappeda, maka kebijakan tidak akan efektif. Padahal, satu keluarga miskin bisa masuk dalam banyak kategori masalah—pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan. Jadi solusinya harus lintas dinas,” tegasnya.

Ilustrasi: Seorang anak yang tumbuh di pemukiman TPA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir)

Politikus Partai Gerindra yang akrab disapa Heri Londo itu juga menekankan pentingnya kemitraan dengan lembaga non-pemerintah. Seperti perguruan tinggi, komunitas sosial, dan sektor swasta, terutama dalam menciptakan lapangan kerja berbasis lokal.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat harus berakar dari potensi daerah, bukan hanya bantuan sementara.

“Kita perlu geser paradigma dari bantuan menuju pemberdayaan,” tegasnya.

“Misalnya, kolaborasi antara Dinas Tenaga Kerja, Dinas Koperasi, dan perusahaan daerah bisa menciptakan ekosistem kerja yang memihak masyarakat bawah. Begitu pula, perguruan tinggi bisa terlibat lewat riset dan pendampingan UMKM,” jelasnya.

Heri menegaskan, pengentasan kemiskinan bukan proyek jangka pendek, melainkan investasi sosial untuk masa depan Jawa Tengah.

“Selama instansi masih bekerja sendiri-sendiri, kemiskinan hanya berpindah bentuk, bukan berkurang. Yang dibutuhkan sekarang adalah gotong royong lintas sektor dengan arah yang jelas dan konsisten,” pungkasnya. [Adv]

TAGGED:Heri PudyatmokoKemiskinan jatengPengentasan kemiskinan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • 14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin Selasa, 13 Jan 2026
  • Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang Selasa, 13 Jan 2026
  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Kuota Haji Jateng 2026 Naik Jadi 34.122, Jemaah Mulai Berangkat Bulan April

Senin, 12 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?