Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Heri Pudyatmoko: Gizi, Sanitasi, dan Edukasi Adalah Tiga Pilar Kesehatan Masyarakat
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
JatengKesehatan

Heri Pudyatmoko: Gizi, Sanitasi, dan Edukasi Adalah Tiga Pilar Kesehatan Masyarakat

By Ainun Nafisah
Kamis, 23 Okt 2025
Share
3 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko
SHARE

INDORAYA — Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas medis, tetapi juga pada tiga faktor mendasar yang sering kali diabaikan: gizi, sanitasi, dan edukasi. Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, yang menilai ketiga hal tersebut merupakan pilar utama dalam membangun masyarakat yang sehat dan produktif.

Menurut Heri, banyak persoalan kesehatan di Jawa Tengah — mulai dari stunting, penyakit infeksi, hingga angka kematian ibu dan bayi — berakar pada persoalan gizi dan sanitasi yang buruk serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat.

“Kesehatan itu tidak hanya urusan rumah sakit atau puskesmas. Pondasinya adalah pola makan yang bergizi, lingkungan yang bersih, dan pengetahuan masyarakat yang baik tentang kesehatan. Tiga hal ini harus berjalan bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan, tanpa gizi yang seimbang, pembangunan sumber daya manusia akan timpang. Sementara sanitasi yang buruk dapat menimbulkan rantai penyakit menular yang sulit diputus.

Karena itu, Heri mendorong agar pembangunan infrastruktur dasar seperti air bersih dan sanitasi layak menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Kalau masyarakat masih kesulitan air bersih atau buang air besar sembarangan, jangan bicara tentang kesehatan unggul. Kita harus mulai dari hal paling dasar,” tegasnya.

Ilustrasi: Pentingnya memastikan kesehatan masyarakat terintegrasi dengan baik.

Lebih jauh, Heri menyoroti pentingnya edukasi kesehatan di sekolah dan komunitas desa.

Menurutnya, pengetahuan yang baik dapat mencegah berbagai penyakit bahkan sebelum muncul. Ia mencontohkan keberhasilan beberapa kabupaten di Jawa Tengah yang menurunkan angka stunting melalui program edukasi keluarga dan pelatihan gizi ibu hamil.

“Edukasi adalah vaksin sosial. Kalau masyarakat tahu bagaimana menjaga pola makan, kebersihan, dan kesehatan mental, maka beban sistem kesehatan akan berkurang,” katanya.

Politikus yang akrab disapa Heri Londo itu juga menyoroti perlunya kolaborasi lintas sektor.

Ia menilai, program kesehatan tidak bisa berdiri sendiri di bawah satu dinas, tetapi harus terintegrasi dengan bidang pendidikan, lingkungan, dan sosial.

“Dinas Kesehatan tidak bisa bekerja sendirian. Dinas Pendidikan, Lingkungan Hidup, dan Sosial harus ikut. Misalnya, membangun jamban di sekolah, menyediakan kantin sehat, dan mengedukasi keluarga miskin tentang gizi anak. Itu bentuk nyata gotong royong pembangunan,” paparnya.

Heri menegaskan bahwa pembangunan kesehatan yang sejati adalah pembangunan manusia seutuhnya, bukan sekadar menambah jumlah fasilitas medis.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

“Kalau masyarakat sehat, produktivitas naik, ekonomi bergerak, dan kesejahteraan ikut tumbuh. Karena itu, tiga pilar ini; gizi, sanitasi, dan edukasi harus jadi gerakan bersama, bukan hanya jargon kebijakan,” pungkasnya. [Adv]

TAGGED:Heri PudyatmokoKesehatan MasyarakatPilar Kesehatan Masyarakat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Potensi Besar Tak Tergarap, DPRD Nilai Pendapatan Sektor Parkir Kota Semarang Masih Minim Kamis, 22 Jan 2026
  • Wajah Baru Jembatan Persen Semarang: Jadi Penghubung Strategis Kampus Unnes-Undip Rabu, 21 Jan 2026
  • BNNP Jawa Tengah Tancap Gas Perkuat Rehabilitasi Narkoba, Gandeng RS dan Sentra Vokasional Rabu, 21 Jan 2026
  • Pengungkapan Kasus Narkoba di Semarang: Empat Pria Diamankan, Satu Tenaga Outsourcing Pemkab Kendal Terlibat Rabu, 21 Jan 2026
  • Banjir Berhari-hari di Pekalongan Picu Lonjakan ISPA, Puluhan Warga Terserang Rabu, 21 Jan 2026
  • KUHAP Baru Tegaskan Advokat Setara Penegak Hukum, Lindungi dari Kriminalisasi Rabu, 21 Jan 2026
  • 3 Kades Pati Terjerat Kasus Jual Beli Jabatan, Dispermades Jateng: Seharusnya Paham Regulasi Rabu, 21 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

BNNP Jawa Tengah Tancap Gas Perkuat Rehabilitasi Narkoba, Gandeng RS dan Sentra Vokasional

Rabu, 21 Jan 2026
Jateng

3 Kades Pati Terjerat Kasus Jual Beli Jabatan, Dispermades Jateng: Seharusnya Paham Regulasi

Rabu, 21 Jan 2026
Daerah

Banjir Pekalongan Belum Surut, 59 Ribu Jiwa Terdampak dan 1.958 Warga Mengungsi

Rabu, 21 Jan 2026
Daerah

BPBD: 62.892 Warga Pati Terdampak Banjir, 1.300 Hektare Sawah Rusak

Rabu, 21 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?