Ad imageAd image

Heri Pudyatmoko Dorong Percepatan dan Pemerataan Internet di Jawa Tengah

Panji Bumiputera
By Panji Bumiputera 43 Views
2 Min Read
Heri Pudyatmoko Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah

INDORAYA – Kebutuhan terhadap internet begitu krusial di masyarakat Jawa Tengah saat ini. Sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jawa Tengah ternyata masih memerlukan uluran tangan dalam hal akses pada dunia digital.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk Jawa Tengah berusia 5 tahun ke atas yang pernah mengakses internet baru mencapai 67,73 persen.

Bahkan, Jawa Tengah tidak masuk dalam daftar 10 provinsi dengan proporsi penduduk berusia 5 tahun ke atas yang pernah mengakses internet paling tinggi.

BACA JUGA:   Mudik Lebaran, Heri Pudyatmoko Warning Lonjakan Kasus Covid-19

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mengatakan, pemerataan akses internet di wilayahnya masih terkendala infrastruktur dan letak geografis.

“Ada beberapa kendala, mungkin salah satunya terkait infrastruktur dan geografis,” ungkapnya.

Namun begitu, Heri tidak menampik bila faktor kemiskinan juga menjadi kendala besar dalam pemerataan di Jawa Tengah.

“Meski Indonesia mencoba mengejar target kecepatan internet hingga 100 Mbps, kita harus melihat realita jika masalah kita saat ini masih berkubang pada pemerataan,” ucapnya.

Menurut Heri, untuk mencapai target kecepatan 100 Mbps yang digadang-gadang oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), pemerintah juga harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam membayar tagihannya.

BACA JUGA:   Sambut Hari Raya Imlek 2022, tiket.com Gelar Promo Diskon Tanggal Muda Yang Bikin Auto-Hoki!

Sebagai informasi, untuk menikmati layanan internet dengan kecepatan hingga 100 Mbps, pengguna harus membayar sekitar Rp 600 ribu.

“Kalau dihitung-hitung, masyarakat kita akan sulit memenuhi, karena itu masih belum menjadi kebutuhan primer maupun sekunder,” terangnya.

Oleh sebab itu, Heri mendorong pemerintah untuk menyelesaikan pemerataan akses internet, sehingga tidak ada ketimpangan sosial.

“Harus dengan pemerataan lebih dulu, kalau tidak, kesenjangan sosial akan terjadi secara ekstrem,” tegasnya.

Ketimpangan tersebut, kata Heri, dapat meliputi akses ekonomi, pendidikan, pengembangan sosial dan budaya, serta produktivitas dan kreatifitas antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya. [Adv-Indoraya]

BACA JUGA:   BBWS Pemali Juana Mulai Tangani Banjir di Mejobo Kudus
Share this Article
Leave a comment