Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Heri Pudyatmoko: Daerah Penghasil Hortikultura Harus Punya Branding Sendiri agar Dikenal Nasional
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
DaerahEkonomiJateng

Heri Pudyatmoko: Daerah Penghasil Hortikultura Harus Punya Branding Sendiri agar Dikenal Nasional

By Ainun Nafisah
Minggu, 26 Okt 2025
Share
3 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko
SHARE

INDORAYA — Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat branding dan identitas komoditas hortikultura di tiap wilayah. Khususnya daerah penghasil utama seperti Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, dan Magelang.

Ia menilai, potensi hortikultura Jawa Tengah belum sepenuhnya dikenal secara nasional karena lemahnya promosi dan belum adanya ciri khas yang menonjol di tiap daerah.

“Temanggung dikenal dengan tembakau, tapi kita lupa bahwa sayuran dan buah-buahannya juga luar biasa,” ungkapnya.

“Begitu juga Wonosobo dengan kentang dan carica, Magelang dengan cabai dan bunga hias. Semua daerah itu perlu punya branding komoditas agar masyarakat luas mengenalnya, bahkan sampai tingkat nasional,” imbuhnya.

Menurut Heri, branding daerah pertanian bukan sekadar slogan promosi, tapi bagian dari strategi besar untuk memperkuat rantai nilai produk pertanian. Dengan branding yang kuat, produk hortikultura dapat memiliki daya tawar lebih tinggi, terutama dalam menghadapi pasar modern dan ekspor.

“Kalau kita punya ‘apel Malang’, ‘salak Pondoh Sleman’, kenapa Temanggung dan Wonosobo tidak bisa punya identitas serupa? Branding membuat produk petani tidak hanya dijual mentah, tapi punya cerita, kualitas, dan reputasi yang menjual,” tegasnya.

Ilustrasi: Pertanian cabai di Temanggung, Jawa Tengah.

Heri menilai, kelemahan utama sektor hortikultura saat ini adalah ketergantungan pada tengkulak dan belum optimalnya dukungan pemasaran dari pemerintah daerah. Akibatnya, petani sulit menikmati harga yang adil, sementara potensi ekonomi daerah tidak berkembang maksimal.

“Selama ini petani hanya fokus produksi, tapi tidak sampai tahap pemasaran dan distribusi. Pemerintah daerah harus hadir untuk menjembatani—membantu kemasan, sertifikasi, promosi digital, hingga jejaring antarwilayah,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, BUMD, dan pelaku UMKM agar produk hortikultura daerah bisa masuk pasar yang lebih luas.

“BUMD bisa menjadi off-taker lokal, membeli hasil petani untuk dijual kembali dalam skala besar atau dikembangkan dalam bentuk olahan. Ini juga bentuk keberpihakan daerah terhadap ekonomi rakyat,” tambah Heri.

Selain itu, Heri menilai penguatan branding pertanian harus dibarengi dengan pendampingan teknologi dan regenerasi petani muda. Menurutnya, anak muda di daerah pertanian harus dilibatkan agar inovasi dan pemasaran digital bisa berjalan lebih efektif.

“Kita harus dorong generasi muda untuk kembali ke pertanian, tapi dengan cara baru—pakai teknologi, e-commerce, dan pengemasan modern. Anak muda bisa jadi ujung tombak agar produk hortikultura Jateng dikenal luas,” ujarnya.

Politikus yang akrab disapa Heri Londo itu berharap, Pemprov Jawa Tengah segera menyusun peta komoditas unggulan berbasis daerah sebagai dasar untuk memperkuat promosi dan kerja sama investasi sektor pertanian.

“Kalau tiap kabupaten punya identitas pertanian yang kuat, maka Jawa Tengah tidak hanya dikenal sebagai provinsi agraris, tapi juga sebagai provinsi dengan produk hortikultura berdaya saing nasional dan ekspor,” pungkasnya. [Adv]

TAGGED:Branding HortikulturaHeri PudyatmokoPertanian Hortikultura
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • 14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin Selasa, 13 Jan 2026
  • Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang Selasa, 13 Jan 2026
  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Kuota Haji Jateng 2026 Naik Jadi 34.122, Jemaah Mulai Berangkat Bulan April

Senin, 12 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?