Ad imageAd image

Heri Pudyatmoko Ajak Masyarakat Optimalkan Pangan Lokal untuk Turunkan Emisi Global

Panji Bumiputera
By Panji Bumiputera 38 Views
2 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jateng Heri Pudyatmoko

INDORAYA – Perubahan iklim serta bayang-bayang pemanasan global akibat emisi energi menjadi momok menakutkan untuk masa depan kehidupan. Tak hanya eksploitasi besar-besaran pada energi bumi, persoalan pemenuhan makanan sehari-hari juga menjadi ancaman terhadap kenaikan emisi.

Guna mencegah emisi yang semakin parah, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mengajak masyarakat untuk mulai mengambil tindakan dari hal kecil. Salah satunya dengan mengoptimalkan bahan pangan lokal.

Menurutnya, konsumsi pangan lokal tidak hanya baik bagi kesehatan dan ekonomi, tetapi juga baik dalam menjaga bumi.

BACA JUGA:   Bupati Semarang Resmikan Balai Tani Desa Candirejo, Dorong Pemuda Jadi Petani Modern

“Siapa sangka, pemenuhan konsusmi kita sehari-sehari turut menyumbang pemanasan bumi. Transportasi untuk menyuplai makanan, menyumbang 20 persen emisi dari sektor pangan,” ungkapnya.

Heri menjelaskan, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa jarak tempuh untuk mengantar makanan dari satu tempat ke konsumen sangat berdampak pada jejak karbon yang dihasilkan. Semakin jauh jarak antar makanan, semakin besar juga jejak karbon kita.

Sebagai informasi, jejak karbon dari suplai makanan ini dihasilkan mulai dari proses ekstraksi bahan baku, produksi, pengolahan, dan distribusi makanan hingga dapat dihidangkan.

BACA JUGA:   Meski Cuma Juara Kedua, Kerang Hijau Saus Pedas Bikinan Suwarti Manjakan Lidah Juri

Adapun penyumbang emisi terbesar adalah produk hewani, disusul produk pertanian, penggunaan lahan, dan proses distribusi makanan.

“Memang, dengan mengoptimalkan pangan lokal tidak akan menyelesaikan permasalahan emisi karbon sepenuhnya, tapi paling tidak kita dapat mengurangi jejak karbon hingga 7 persen,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, gaya hidup berkelanjutan dengan mengonsumsi pangan lokal juga baik bagi Kesehatan dan pemenuhan gizi tubuh.

“Pangan lokal biasanya lebih segar dan nutrisinya masih terjaga karena tidak melewati proses pengawetan,” terangnya.

Di sisi lain, kata Heri, mengonsumsi pangan lokal juga akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani dan pasar domestik.

BACA JUGA:   Tanamkan Jiwa Kepemimpinan Kader, PD Satria Jateng Gelar Short Course

“Aksi ini dapat mengangkat kelangsungan hidup usaha kecil dan menengah (UMKM) sekaligus memberi tambahan pendapatan bagi masyarakat setempat,” pungkasnya. [Adv-Indoraya]

Share this Article
Leave a comment