Ad imageAd image

Hari Ketiga Kampanye, Bawaslu Kota Semarang Belum Temukan Pelanggaran APK

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 947 Views
4 Min Read
Sejumlah APK di beberapa wilayah Kota Semarang nampak masih dipasang yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, Kamis (30/11/2023). (Foto: Dickri Tifani Badi/Indoraya)

INDORAYA – Badan Pengawas Pemilu Umum (Bawaslu) Kota Semarang belum menemukan adanya pelanggaran hari ketiga kampanye pada Kamis (30/11/2023). Pelaksanaan kampanye dimulai sejak Selasa (28/11/2023) hingga 10 Februari 2024 mendatang.

Berdasarkan pantauan Indoraya, alat peraga kampanye masih banyak yang dipasang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Seperti APK dipasang di tiang listrik maupun dipaku di pohon. Pelanggaran tersebut terpantau ada di Jalan Atmodirono, Jalan Singosari atau tepatnya persis di perempatan sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Kota Semarang, serta di Jalan Hayam Wuruk.

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman mengatakan sampai hari ini yaitu pihaknya belum menemukan pelanggaran baik alat peraga kampanye maupun media sosial.

“Setelah dilakukan pengawasan, hari ketiga kampanye, kami belum menemukan adanya pelanggaran dan kecurangan kampanye yang dilakukan peserta Pemilu,” ungkap Arief saat dihubungi Indoraya melalui WhatsApp, Kamis (30/11/2023).

BACA JUGA:   Belasan Siswa SD Brumbungan Kota Semarang Geruduk Koramil Semarang Tengah

Menurutnya, penertiban alat peraga harus melalui tahapan dan tidak serta merta langsung bergerak. Misalnya, pihaknya menginstruksikan kepada Panwaslu kecamatan maupun kelurahan untuk melakukan identifikasi.

“Sebetulnya alat peraga kampanye itu kan ada langkah -langkah yang kita lakukan, nggak kemudian serta merta. Harus ada langkah- langkah terlebih dahulu. Salah satunya, identifikasi yang kemudian hasilnya dikaji dan diteruskan ke stakeholder lainnya,” katanya.

Bahkan, pihaknya mengalami kendala saat melakukan penertiban alat peraga kampanye. Yakni keterbatasan personil hingga anggaran.

“Konteks penertiban, kita terbatas dari sisi personil dan anggaran. Sehingga dalam hal penertiban nggak bisa dilakukan day by day. Bisa jadi seminggu sekali, atau dua Minggu sekali,” beber Arief.

Arief kemudian menjelaskan alat peraga kampanye yang berpotensi melanggar itu seperti baliho atau MMT dipasang di tiang listrik dan dipaku di pohon.

BACA JUGA:   Cerita Teman Kontrakan Temukan Mahasiswa Unnes Meninggal Dunia Dalam Ember

“Itu termasuk aspek-aspek yang dilanggar peserta pemilu dalam hal pemasangan alat peraga kampanye,” terang Arief.

Sementara pihaknya akan menjadwalkan penertiban APK di sejumlah wilayah Kota Semarang pada pekan depan.

“Mungkin rencana minggu depan. Karena kita sedang mengkoordinasikan baik Satpol PP maupun stakeholder lainnya. Karena, penertiban nggak bisa langsung harus mengumpulkan stakeholder untuk koordinasi dan mempersiapkan diri,”papar dia.

Ditanya soal sanksi apa jika ada peserta pemilu yang melanggar pemasangan APK, pihaknya hanya melakukan penertiban saja tidak melakukan sanksi lainnya.

“Konsekuensinya lebih ke penertiban. Tidak ada konsekuensi subyek ke calegnya. Karena kita memahami pemasangan itu tidak langsung oleh peserta pemilunya atau pihak ketiga. Kadang yang terima(pihak ketiga), nggak memahami asal masang. Jika ditertibkan, otomatis membuat rugi yang bersangkutan mestinya bisa dipasang panjang, namun hal ini tidak bisa lantaran ditertibkan,” imbuh dia.

BACA JUGA:   KPU Kota Semarang Musnahkan Puluhan Ribu Surat Suara Rusak dan Berlebih

Dia berharap, peserta pemilu maupun bisa memahami sehingga tidak melanggar karena sudah terpasang lokasi APK yang sesuai surat keputusan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 Tahun 2023 dan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 65 Tahun 2018.

“Tidak hanya peserta pemilu saja yang memahami itu, melainkan pihak ketiga juga diperlukan dalam pemasangan APK. Setidaknya peserta pemilu memberikan pemahaman kepada pihak ketiga agar pemasangan mematuhi peraturan undang-undang yang berlaku. Secara praktik, jajaran kami melakukan pengawasan apabila mengetahui ada pihak pihak yang memasang salah, langsung memberikan imbauan. Cuma sejauh ini diketahui pemasangannnya dini hari . Terkadang, agak kesulitan,” pungkasnya.

Share this Article
Leave a comment