INDORAYA – Memasuki hari kedelapan, banjir di kawasan Pantura Kaligawe, Semarang, belum menunjukkan tanda-tanda surut hingga Rabu (29/10/2025) sore. Bahkan, ketinggian air di sejumlah titik meningkat hingga mencapai 90 sentimeter.
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terhambat. Sebagian warga terpaksa menggunakan truk untuk melintas, sementara kendaraan kecil memilih putar balik.
Selain itu, kemacetan panjang pun tak terhindarkan. Terutama dari arah Jembatan Tol Kaligawe hingga depan RSI Sultan Agung Semarang.
Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto menyampaikan bahwa ketinggian air di kawasan Pantura Kaligawe meningkat sekitar 80–90 sentimeter dibandingkan hari sebelumnya.
“Jika dibandingkan tadi malam, ada peningkatan sekitar dua sampai tiga sentimeter,” ujar Rismanto kepada Indoraya.News, Rabu (29/10/25).
Menurutnya, kemacetan terjadi karena banyak truk yang mogok saat melintasi genangan air.
“Banyak truk mogok sejak tadi malam. Kami sudah membantu mengevakuasi dan mendorong kendaraan ke tempat lebih aman,” jelasnya.
Rismanto menambahkan, kemacetan dari arah timur hingga barat Kaligawe mencapai enam kilometer.
“Dari arah timur, Sayung, panjangnya sekitar lima hingga enam kilometer. Sementara dari arah barat, dari Pelabuhan sampai RSI Sultan Agung, juga macet panjang,” ucapnya.
Untuk mengurai kemacetan, jajaran kepolisian bersama Satlantas Polres Demak dan Polrestabes Semarang melakukan rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus bagi kendaraan kecil.
“Kami sudah berkoordinasi untuk melakukan pengalihan arus kendaraan kecil yang melintas di Jalan Raya Kaligawe,” ujarnya.
Rismanto juga mengimbau masyarakat tidak melintas di Jalan Raya Kaligawe dan memilih jalur alternatif yang telah disiapkan.
“Untuk arah Semarang–Demak bisa melalui Gayamsari–Pedurungan–Mranggen–Karangawen–Karangtengah, sedangkan arah sebaliknya Demak–Semarang dapat melewati Omborowe–Mranggen,” pungkasnya.


