Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Harga Cabai Naik 2 Kali Lipat, TPID Jateng Intensifkan Operasi Pasar di 2 Kota Ini
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Harga Cabai Naik 2 Kali Lipat, TPID Jateng Intensifkan Operasi Pasar di 2 Kota Ini

By Lu'luil Maknun
Rabu, 10 Des 2025
Share
3 Min Read
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah pada saat menggelar operasi pasar, Rabu (10/12/2025). (Foto: BI Jateng)
SHARE

INDORAYA – Lonjakan harga cabai rawit yang tembus 98,61 persen pada Desember 2025 dibandingkan November mendorong Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah menggelar operasi pasar secara masif.

Intervensi dilakukan untuk menjaga pasokan, menstabilkan harga, sekaligus menahan tekanan inflasi pangan yang terus meningkat sejak dua bulan terakhir.

Inflasi Jawa Tengah pada November 2025 tercatat 0,19 persen (mtm). Penyumbang terbesar berasal dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil 0,12 persen.

Salah satu pemicu utamanya adalah kenaikan harga cabai rawit yang pada November melonjak 7,13 persen (mtm) dan kembali melesat drastis pada Desember akibat gangguan rantai pasok dari daerah terdampak bencana.

TPID Jateng yang terdiri dari Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, BUMD PT JTAB, serta champion lokal “Petarung Sejati” kini memperkuat sinergi operasi pasar sebagai langkah penanganan jangka pendek.

Operasi pasar pertama digelar pada 10 Desember 2025 di Pasar Legi Surakarta dan Pasar Karangayu Semarang, dengan harga cabai dipatok Rp65.000 per kilogram, jauh di bawah harga pasar. Operasi serupa akan terus diperluas ke lebih banyak lokasi dalam beberapa waktu mendatang.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Wahyu Dewanti menyatakan bahwa operasi pasar ini merupakan bentuk respons cepat untuk menekan gejolak harga.

“Operasi Pasar Cabai dilakukan sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga. Langkah ini sekaligus mengantisipasi tingginya harga cabai yang terjadi pada dua bulan ini akibat gangguan rantai pasok yang disebabkan bencana di berbagai daerah,” ujar Wahyu.

Selain operasi pasar, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menjalankan Gerakan Pangan Murah (GPM). Di berbagai daerah, GPM menyediakan cabai sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) untuk mencegah lonjakan harga dan menjaga daya beli masyarakat.

Sejumlah langkah penguatan lain juga diterapkan, seperti intervensi sarana-prasarana budidaya dan dukungan teknis oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan serta Bank Indonesia, subsidi harga oleh Dinas Ketahanan Pangan Jateng, PT JTAB sebagai off taker, serta pelaksanaan lapangan oleh kelompok “Petarung Sejati”.

Dukungan pasokan jangka menengah diperkuat melalui pengembangan kawasan cabai seluas 300 hektare di 16 kabupaten/kota, termasuk Banjarnegara, Batang, Blora, Grobogan, Klaten, Magelang, Purbalingga, Rembang, Temanggung, hingga Wonosobo. Penanaman dilakukan periode off season (Juni–Juli) agar panen jatuh tepat pada bulan defisit Oktober–Desember.

Wahyu menegaskan bahwa seluruh langkah ini merupakan upaya kolektif menjaga stabilitas pangan di Jawa Tengah.

TAGGED:Harga Cabai Naikoperasi pasarTim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Elon Musk Buka Loker Bergaji Rp4 Miliar, xAI Cari Talent Engineer AI Kelas Dunia Sabtu, 24 Jan 2026
  • Penipuan Online Rugikan Rp9,1 Triliun, OJK Amankan Rp432 Miliar Lewat Anti-Scam Centre Sabtu, 24 Jan 2026
  • Banjir Berangsur Surut, Ratusan Pengungsi di Kudus Mulai Kembali ke Rumah Sabtu, 24 Jan 2026
  • Pemkab Batang Pastikan Anggaran BTT Rp11 Miliar Belum Digunakan untuk Penanganan Banjir Sabtu, 24 Jan 2026
  • Dianggap Lebih Sehat, Ahli Gizi Tegaskan Susu Oat Tak Lebih Unggul dari Susu Sapi Sabtu, 24 Jan 2026
  • Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulsel Dijamin Asuransi, Maskapai Pastikan Pendampingan Penuh Sabtu, 24 Jan 2026
  • Rumah Lansia 87 Tahun Tak Layak Huni, Pemkot Semarang Segera Renovasi Sabtu, 24 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Banjir Berangsur Surut, Ratusan Pengungsi di Kudus Mulai Kembali ke Rumah

Sabtu, 24 Jan 2026
Jateng

Pemkab Batang Pastikan Anggaran BTT Rp11 Miliar Belum Digunakan untuk Penanganan Banjir

Sabtu, 24 Jan 2026
Jateng

Dukung Kebijakan Prabowo, Senator Jateng Dorong Giant Seawall Jadi Prioritas

Jumat, 23 Jan 2026
Jateng

Bencana Meluas di Jateng, KNPI Fokuskan Aksi Kemanusiaan hingga Daerah Terdampak

Jumat, 23 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?