Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Harga Cabai di Jateng Meroket hingga Rp70 Ribu Imbas Musim Penghujan
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Harga Cabai di Jateng Meroket hingga Rp70 Ribu Imbas Musim Penghujan

By Lu'luil Maknun
Jumat, 12 Des 2025
Share
2 Min Read
Cabai di pasar tradisional Kota Semarang. (Foto: Dok. Dickri Tifani Badi/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Jawa Tengah melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir. Dari kisaran normal sekitar Rp30 ribu per kilogram, harga sempat menembus Rp70 ribu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah, July Emmylia menjelaskan, lonjakan harga dipicu faktor cuaca. Musim hujan membuat produksi menurun dan pasokan ke pasar berkurang.

“Jadi ini kan lagi musim hujan, produksinya menurun. Tapi kemarin itu tertinggi Rp70.000, sekarang sudah berangsur turun menjadi Rp60.000 per kilogram,” ujarnya saat dikonfirmasi Indoraya.news, Jumat (12/12/2025).

Untuk mencegah gejolak harga lebih lanjut, Disperindag mengandalkan aplikasi Sejagat, sistem pemantauan stok dan disparitas harga bahan pokok. Melalui sistem ini, petugas dapat memeriksa dinamika harga secara real-time dan melakukan intervensi cepat.

“Ketika terjadi disparitas tinggi, kami tegur kontributornya untuk cek di lapangan. Kalau memang karena ketersediaan berkurang, kami akan intervensi. Itu terus kami lakukan dengan mengecek lewat Sejagat,” jelasnya.

Terkait temuan adanya pedagang yang menjual cabai busuk di Pasar Johar Semarang, Emmy menegaskan bahwa produk tersebut bukan cabai busuk, melainkan kualitasnya yang sedikut menurun akibat cuaca.

Kepala Disperindag Jawa Tengah, July Emmylia. (Foto: Lu’luil Maknun/Indoraya)

Menurutnya, sebagian pelaku UMKM memang memanfaatkan cabai yang kualitasnya menurun untuk kebutuhan produksi, namun tetap aman dikonsumsi.

“Jadi ada UKM-UKM yang kadang menggunakan cabai yang kualitasnya sudah menurun tapi masih digunakan, dan digoreng kembali sehingga keamanan pangannya tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, Disperindag belum menerima laporan resmi dari kabupaten/kota terkait penjualan cabai kualitas rendah. Informasi sementara yang diterima berasal dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

“Pasar ini kan milik kabupaten/kota. Kami justru tahunya dari SP2KP yang diinput petugas pengawas harga di daerah,” ucap Emmy.

Lebih lanjut, Disperindag Jateng memastikan pemantauan harga dan stok kebutuhan pokok, termasuk cabai, akan terus dilakukan demi menjaga stabilitas pasokan dan melindungi konsumen, terlebih mendekati momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

TAGGED:Harga Cabai di JatengHarga Cabai NaikKepala Disperindag Jateng July Emmylia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat Selasa, 10 Feb 2026
  • Pasar Imlek Semawis 2026 Kembali Hadir, Simbol Harmoni Budaya dan Toleransi Warga Semarang Selasa, 10 Feb 2026
  • Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati Selasa, 10 Feb 2026
  • Hotman Paris Ungkap Fakta Sidang Sritex: Seluruh Kredit Lunas, Negara Tak Rugi Senin, 09 Feb 2026
  • Langgar Keselamatan, Pikap Angkut Penumpang Dihentikan PJR di Tol Pejagan–Pemalang Senin, 09 Feb 2026
  • Sambut Ramadan 2026, Nusatu by ARTOTEL Hadirkan Paket Buka Puasa 8 Bayar 7 Senin, 09 Feb 2026
  • Dokumen Ungkap Obsesi Jeffrey Epstein pada Rekayasa Genetika dan Ide “Manusia Unggul” Senin, 09 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat

Selasa, 10 Feb 2026
Jateng

Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati

Selasa, 10 Feb 2026
Jateng

Pemprov Jateng Bakal Revitalisasi Museum, dari Gudang Artefak Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Senin, 09 Feb 2026
Jateng

Februari Puncak Musim Hujan, Warga Jateng Diminta Waspada Bencana Hidrometereologi

Senin, 09 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?