Ad imageAd image

Harga Cabai di Dua Pasar Tradisional Semarang Makin Pedas, Tembus Rp 100 Ribu Per Kilogram

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 733 Views
2 Min Read
Cabai yang ada di pedagang pasar tradisional Kota Semarang belum laku terlihat masih banyak stok, Sabtu (11/11/2023). (Foto: Dickri Tifani Badi)

INDORAYA – Harga cabai di dua pasar tradisional Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) melambung tinggi hingga tembus Rp 110 ribu per kilogram. Hal itu berdasarkan pemantauan di Pasar Karangayu dan Pasar Bulu Kota Semarang.

Salah satu pedagang di Pasar Karangayu Semarang, Royati menjelaskan, harga cabai rawit merah pada tiga yang lalu masih Rp 80 ribu per kilogram. Saat ini, harga cabai semakin ugal-ugalan yakni naik menjadi Rp 110 ribu per kilogram.

“Sekarang Rp 110.000 perkilogram,” ujar Royati pada Sabtu (11/11/2023).

Dia mengatakan, kenaikan harga cabai saat ini sangat berbanding jauh dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Ini yang paling tinggi. Biasanya tak sampai segini,” katanya.

Akibat kenaikan ini membuat Royati mengeluhkan sepinya pembeli, hingga terpaksa membuang stok cabai yang tidak laku karena busuk.

“Sekarang jarang yang beli langsung banyak,” keluh perempuan yang akrab disapa Yati tersebut.

Meski menjerit dengan harga cabai itu, Yati tetap melalukan cara agar dagangannya tetap laku dan bisa bertahan hidup. Yakni siasatinya dengan meminta para pembeli cabai untuk mencampurkan dengan cabai jenis lain.

“Jadi tidak hanya rawit saja karena sekarang banyak yang busuk dan mengering,” imbuh Yati.

Sementara pantauan di Pasar Bulu Semarang, harga cabainya sama seperti yang ada di Pasar Karangayu yang mengalami kenaikan.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang pedagang bernama Emi. Dia mengatakan harga cabai mengalami kenaikan secara bertahap.

Misalnya harga cabai rawit merah setan sebelumnya Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram.

Kemudian selang beberapa hari, harganya mengalami kenaikan mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

“Kemarin jadi Rp 80.000 perkilogram dan sekarang naik jadi Rp 100.000 perkilogram,” papar dia.

Share this Article