Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Harga Avtur Melonjak Tajam, Padahal Indonesia Bisa Produksi Sendiri, Mengapa Demikian?
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Ekonomi

Harga Avtur Melonjak Tajam, Padahal Indonesia Bisa Produksi Sendiri, Mengapa Demikian?

By Redaksi Indoraya
Senin, 18 Jul 2022
Share
3 Min Read
kilang minyak (dok. pixabay)
SHARE
INDORAYA – Kenaikan harga tiket penerbangan akhir-akhir ini sedang melonjak tajam. Hal itu disebabkan oleh naiknya harga avtur, sehingga menambah biaya operasional maskapai.

Sebetulnya, avtur bisa diproduksi di kilang-kilang milik Pertamina. Hal itu diungkapkan langsung oleh Direktur Pemasaran Pusat & Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan.

Lalu mengapa harga avtur tetap mahal bila bisa diproduksi sendiri di Indonesia? Menurut Riva meski produksi dilakukan secara mandiri di dalam negeri, minyak mentah yang menjadi bahan bakunya tetap diimpor. Nah, minyak mentah saat ini sedang mengalami lonjakan harga signifikan.

“Memang avtur ini diproduksi kilang domestik Pertamina, namun minyak mentahnya kita impor. Harganya ini berpengaruh juga dari volatilitas dan fluktuasi nilai tukar kurs,” ungkap Riva dalam webinar Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (Apjapi), ditulis Senin (18/7/2022).

Riva menjelaskan gonjang-ganjing pasar global karena perang Rusia dan Ukraina mempengaruhi harga avtur. Stok minyak mentah dari Rusia berkurang, padahal negara itu menjadi salah satu produsen minyak besar di dunia.

Sementara itu permintaan minyak justru meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi dunia. Harga minyak mentah dunia yang tadinya paling mahal di US$ 60 per barel, kini melonjak di sekitar level US$ 100 per barel.

“Harga minyak mentah saja meningkat tajam, di mana kuartal I masih di angka US$ 60-an, sejak terjadi ketegangan Rusia dan Ukraina meningkat tajam. Sampai saat ini stabil di sekitar US$ 100 per barel. Tidak seimbang supply demand dan belum mampunya peningkatan produksi dari OPEC jadi masalahnya, maka stabil minyak di atas US$ 100,” papar Riva.

“Jadi trigger volatilitas harga diawali situasi geopolitik Rusia dan Ukraina dan berdampak pada ketidakseimbangan supply demand,” lanjutnya.

Bukan cuma harga minyak mentah yang mahal, sebagai negara kepulauan, pola distribusi avtur di Indonesia memang butuh ongkos banyak. Pertamina sejauh ini menyediakan avtur ke 69 bandara di Indonesia.

Yang paling singkat saja, dari kilang avtur harus diantar dengan kapal tanker menuju depo. Dari depo diantar menggunakan truk lagi ke bandara.

“Kami sampaikan juga, di Indonesia ini memang kompleksitas suplai dan distribusi BBM dan avtur sangat kompleks,” ungkap Riva.

Nah, dari kilang menuju bandara, alat angkut yang digunakan pun butuh BBM, misalnya truk angkut untuk jalur darat. Solar yang jadi bahan bakar truk itu saja harganya sudah mahal.

“Selain biaya produk avtur sendiri yang sudah mahal, di dalam hadirkan avtur itu ke 69 wilayah memang banyak gunakan alat-alat angkut transportasi darat yang bahan bakarnya terpengaruh harga minyak dunia juga,” papar Riva.

Harga avtur di Indonesia menang melonjak tajam, menurut pengakuan Susi Pudjiastuti selaku pemilik maskapai Susi Air, harga avtur sudah naik 50%. Eks Menteri Kelautan dan Perikanan itu memaparkan pada Januari avtur harganya cuma Rp 12.000, namun saat ini sudah mencapai Rp 18.197 per liter.

“Jadi sudah naik Rp 6.200 itu berarti sudah 50% kenaikannya. Plus PPN nambah 10%,” kata Susi dalam webinar yang sama.

TAGGED:avturIndorayamaskapaiopecpenerbanganpertamina
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Bos Djarum Masih Jadi Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes 2025 Minggu, 14 Des 2025
  • Agak Laen 2 Cetak Rekor, 7 Juta Penonton Diraih dalam 17 Hari Penayangan Minggu, 14 Des 2025
  • Kemenlu Pulangkan 54 WNI Korban Online Scam dari Perbatasan Myanmar–Thailand Minggu, 14 Des 2025
  • Pelaku Pembunuhan Pengacara Aris Munadi Terancam Hukuman Mati, Polisi Jerat Pasal Pembunuhan Berencana Minggu, 14 Des 2025
  • BNPB Catat Korban Meninggal Banjir dan Longsor di Sumatera Tembus 1.006 Jiwa Minggu, 14 Des 2025
  • Gerakan Pangan Murah PT JTAB dan Dishanpan Jateng Berhasil Stabilkan Harga Cabai Sabtu, 13 Des 2025
  • Sekda Jateng: ASN Pemprov Masuk Pagi Siang Menghilang Termasuk Korupsi Kecil-kecilan Sabtu, 13 Des 2025

Berita Lainnya

Ekonomi

Bos Djarum Masih Jadi Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes 2025

Minggu, 14 Des 2025
BeritaEkonomi

Harga Cabai Meroket Jelang Nataru, Tembus Rp 90 Ribu per Kilo dan Bikin Pedagang Kelimpungan

Jumat, 12 Des 2025
Ekonomi

OJK Perketat Pengawasan, 117 Ribu Rekening Penipuan Dibekukan

Jumat, 12 Des 2025
Ekonomi

Ini Prosedur Resmi untuk Mengundurkan Diri dari Program Magang Kemnaker

Senin, 08 Des 2025
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?